Cuaca Hari Ini Rabu 5 November 2025: Sejumlah Wilayah Jabodetabek Berpotensi Hujan Siang Hari

Cuaca di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (30/10/2025) diperkirakan akan didominasi awan tebal dan hujan ringan di beberapa wilayah.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 05 November 2025, 06:15 WIB
Pejalan kaki yang menggunakan payung saat hujan deras menyeberang jalan di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Sejak Oktober, DKI Jakarta mulai memasuki musim penghujan yang sudah masuk ke dalam tahap ekstrem. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Cuaca di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (5/11/2025) diperkirakan akan didominasi awan tebal dan hujan ringan di beberapa wilayah. Demikian prakiraan cuaca pada hari ini.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Jakarta pada pagi hari diperkirakan akan didominasi oleh awan tebal. Namun, memasuki siang hari, sejumlah wilayah ibu kota berpotensi diguyur hujan ringan, sementara pada malam hari cuaca diprediksi kembali berawan tebal.

Adapun di daerah penyangga Jakarta, Bekasi, Depok, Kota Bogor, dan Tangerang diperkirakan akan mengalami pola cuaca serupa, yakni berawan tebal di pagi hari, hujan ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal di malam hari.

Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama pada siang hingga malam hari yang berpotensi hujan ringan di sebagian besar wilayah Jabodetabek.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya, dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.co.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Pusat   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Jakarta Selatan  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Timur   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Jakarta Utara   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Berawan Tebal
 Kepulauan Seribu   Berawan Tebal  Berawan Tebal  Hujan Ringan
 Bogor  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal 
 Depok   Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Bekasi  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal
 Tangerang  Berawan Tebal  Hujan Ringan  Berawan Tebal

BMKG Catat 1,28 Juta Sambaran Petir di Jabar, Sumedang Tertinggi

Ilustrasi petir (Pixabay)

Stasiun Geofisika Bandung mencatat suhu maksimum absolut di wilayah Bandung Raya selama Oktober 2025 mencapai 35,4 derajat Celsius, sementara suhu minimum absolut berada di 18,6 derajat Celsius. Suhu rata-rata bulanan tercatat sebesar 24,2 derajat Celsius dengan kelembapan udara rata-rata 78 persen.

Selain itu, BMKG melaporkan kecepatan angin rata-rata sebesar 1 kilometer per jam, dengan kecepatan tertinggi mencapai 26 kilometer per jam dan arah angin dominan berasal dari Barat.

Tekanan udara rata-rata selama periode tersebut sebesar 924,5 milibar.

Dari sisi curah hujan, wilayah Bandung Raya mencatat 256 milimeter dengan 22 hari hujan sepanjang Oktober 2025. Data ini menandakan meningkatnya intensitas hujan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, seiring masuknya periode peralihan menuju musim hujan.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan antisipasi dini terhadap kemungkinan hujan lebat, genangan, maupun longsor yang dapat mengganggu aktivitas harian serta transportasi,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/11/2025).

Sebagai langkah mitigasi, BMKG mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan saluran drainase agar tidak tersumbat serta rutin memantau informasi cuaca resmi sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Sebulan, Jabar Disambar 1,28 Juta Kali Petir

Sepanjang Oktober 2025, Stasiun Geofisika Bandung mencatat 1.285.310 kali sambaran petir terjadi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Angka ini menunjukkan aktivitas atmosfer yang cukup tinggi di tengah peralihan musim.

BMKG mengungkapkan, puncak aktivitas petir terjadi pada minggu pertama Oktober dengan total 446.189 kejadian. Dari jumlah tersebut, sambaran petir Cloud-to-Ground (CG) negatif tercatat sebanyak 258.827 kejadian, sementara CG positif mencapai 187.353 kejadian.

“Wilayah dengan jumlah petir tertinggi meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Garut,” ujar Teguh.

Teguh menjelaskan, meningkatnya aktivitas petir dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang labil akibat perbedaan suhu permukaan dan kelembapan udara yang cukup tinggi selama peralihan musim. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan selalu mengikuti informasi resmi BMKG,” tegasnya.

BMKG juga mengimbau agar warga segera mencari tempat aman ketika mendengar suara guntur, menjauh dari area terbuka, pohon tinggi, serta tidak menggunakan ponsel atau perangkat logam di ruang terbuka.

Infografis Sejumlah Wilayah Indonesia Hadapi Anomali Cuaca Hujan Saat Musim Kemarau. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya