IHSG Hari Ini 4 November 2025: 439 Saham Memerah, Sektor Industri Pimpin Kenaikan

Berikut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham, Selasa, (4/11/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 November 2025, 18:12 WIB
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada perdagangan Selasa, (4/11/2025). IHSG hari ini gagal mempertahankan level tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,40% ke posisi 8.241,91. Indeks LQ45 melemah 0,25% ke posisi 841,83. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Senior Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menuturkan, sering adanya stick inflation membuat the Federal Reserve (the Fed) berpotensi menunda pelonggaran kebijakan moneter dengan melaksanakan Fed Funds Rate (FFR) cut rate.

“Rencana awalnya Desember tahun ini, jadi dimundurkan pada Januari tahun depan,” kata dia seperti dikutip dari Antara.

Dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 Oktober 2025, The Fed telah memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi kisaran 3,75-4 persen.

Namun demikian, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan belum ada kepastian untuk pemangkasan lanjutan, yang mana terdekat The Fed kembali menggelar pertemuan FOMC pada 9-10 Desember 2025.

Selain itu, dari mancanegara, Nafan mengatakan sentimen negatif yang mempengaruhi pelemahan IHSG yaitu dinamika government shutdown (penutupan Pemerintah) Amerika Serikat (AS) yang masih berlanjut, dan berpotensi menjadi government shutdown terlama sepanjang sejarah AS.

Dari sentimen domestik, ia menuturkan sentimen negatif yaitu masih minimnya katalis positif dari data makroekonomi domestik yang bisa memberikan positive impact terhadap IHSG.

Dari sisi geopolitik, menurut dia, ada eskalasi geopolitik juga turut mempengaruhi perilaku pelaku pasar untuk bersikap lebih prudent.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.317,07 dan level terendah 8.225,91. Sebanyak 439 saham melemah sehingga membebani IHSG. 207 saham menguat dan 165 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.344.681 kali dengan volume perdagangan 28,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.692.

Sektor Saham

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari 11 sektor saham, sektor saham industri naik 3,62%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti merosot 2,62%, dan bukukan koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 2,22% dan sektor saham teknologi terpangkas 1,15%.

Selain itu, sektor saham energi merosot 0,21%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,38%, sektor saham consumer siklikal susut 0,43%, sektor saham kesehatan melemah 0,38%.

Kemudian sektor saham keuangan susut 0,37%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,27% dan sektor saham transportasi turun 0,45%.

Gerak Saham

Pada perdagangan Selasa pekan ini, saham INDF melemah 1,74% ke posisi Rp 7.075 per saham. Harga saham INDF dibuka stagnan di posisi Rp 7.200 per saham. Saham INDF berada di level tertinggi Rp 7.250 dan level terendah Rp 7.050 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.102 kali dengan volume perdagangan 188.141 saham. Nilai transaksi Rp 133,7 miliar.

Harga saham ULTJ ditutup naik 3,31% ke posisi Rp 1.560 per saham. Harga saham ULTJ dibuka menguat 25 poin ke posisi Rp 1.535 per saham. Saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.570 dan level terendah Rp 1.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.272 kali dengan volume perdagangan 64.216 saham. Nilai transaksi Rp 9,9 miliar.

Harga saham DEWA merosot 0,60% ke posisi Rp 334 per saham. Saham DEWA dibuka stagnan di posisi Rp 336 per saham. Harga saham DEWA berada di level tertinggi Rp 340 dan terendah Rp 320 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.166 kali dengan volume perdagangan 3.608.276 saham.

Top Gainers-Losers

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham CINT melonjak 33,77%
  • Saham FPNI melonjak 25%
  • Saham PTSP melonjak 24,86%
  • Saham ATIC melonjak 24,80%
  • Saham UVCR melonjak 22,22%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham KBLV merosot 14,92%
  • Saham RISE merosot 14,80%
  • Saham KDTN merosot 12,71%
  • Saham ASLI merosot 11,99%
  • Saham AEGS merosot 10%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BRMS tercatat 66.745 kali
  • Saham ANTM tercatat 63.133 kali
  • Saham PTRO tercatat 55.101 kali
  • Saham TOBA tercatat 45.910 kali
  • Saham UVCR tercatat 42.919 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham PTRO senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 965,9 miliar
  • Saham TLKM senilai Rp 793,6 miliar
  • Saham BRMS senilai Rp 735,1 miliar

Bursa Saham Asia Pasifik

Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bursa saham Asia Pasifik turun pada perdagangan Selasa, 4 November 2025. Kroeksi bursa saham Asia Pasifik ini terjadi di tengah indeks acuan di wall street menguat didorong saham teknologi.

Mengutip CNBC, saham Amazon naik 4% setelah kesepakatan USD 38 miliar dengan OpenAI. Saham Nvidia juga menguat setelah mengamankan lisensi ekspor chip ke Uni Emirat Arab (UEA).

Indeks ASX 200 melemah 0,91% ke posisi 8.813 setelah bank sentral Australia tetap mempertahankan suku bunga acuan 3,6% lantaran perhatian terhadap inflasi yang tinggi.

Indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,74% ke posisi 51.497,2 dan indeks Topix merosot 0,65% ke posisi 3.310,14. Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 2,37% ke posisi 4.121,74. Indeks Kosdaq naik 1,31% ke posisi 926,57.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya