Terungkap! Inilah Alasan Ruben Amorim Ingin Bek Tengah MU Dorong Garis Pertahanan ke Depan

Mantan bek Manchester United, Jonny Evans, memberikan pandangan menarik soal filosofi taktik Ruben Amorim yang kini menukangi Setan Merah.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 04 November 2025, 16:59 WIB
Ruben Amorim pada laga pekan ke-3 Premier League 2025/2026 antara Manchester United vs Burnley - AP Photo/Ian Hodgson

Liputan6.com, Jakarta Mantan bek Manchester United, Jonny Evans, memberikan pandangan menarik soal filosofi taktik Ruben Amorim yang kini menukangi Setan Merah.

Dalam penjelasannya di acara Monday Night Football Sky Sports, Evans membeberkan alasan mengapa pelatih asal Portugal itu meminta bek tengah utama dalam formasi 3-4-2-1 miliknya untuk aktif naik ke lini tengah saat tim menguasai bola.

Evans, yang sempat bermain tiga kali di bawah Amorim sebelum memutuskan pensiun pada Juni lalu, memahami betul pendekatan sang pelatih terhadap struktur permainan.


Pengakuan Jonny Evans

Pelatih Ruben Amorim yang didatangkan untuk menggantikan posisi Erik ten Hag pada November 2024 lalu gagal memperbaiki performa The Red Devils di kancah domestik. (Oli SCARFF/AFP)

Menurut Evans, langkah itu bukan sekadar untuk menambah jumlah pemain di lini tengah, melainkan menjaga keseimbangan formasi dan ruang gerak kiper.

“Biasanya, itu untuk memberi ruang bagi penjaga gawang agar tak terlalu tertekan. Amorim sangat menjaga struktur timnya agar tidak banyak bagian yang bergerak bersamaan,” ujar Evans.

“Daripada seluruh lini belakang bergeser, dia hanya menggeser satu pemain untuk menjaga kestabilan posisi.”


Matthijs de Ligt Diuntungkan

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt memberikan tepuk tangan setelah laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Old Trafford, Manchester, Sabtu (19/10/2024). (AP Photo/Dave Thompson)

Dalam pola tersebut, Matthijs de Ligt menjadi sosok yang dipercaya mengemban peran sentral. Saat membangun serangan, De Ligt kerap mendorong bola ke depan, sementara Leny Yoro dan Luke Shaw melebar untuk membuka jalur umpan bagi kiper Senne Lammens. Pola ini membuat distribusi bola United terlihat lebih rapi dan efisien.

Menariknya, peran baru itu justru membuat De Ligt tampil kian impresif musim ini. Bek asal Belanda tersebut menunjukkan performa dominan di jantung pertahanan, bahkan kerap dibandingkan dengan legenda Jerman, Franz Beckenbauer, karena kemampuannya memimpin lini belakang sekaligus menginisiasi serangan.

Kini, De Ligt menjelma menjadi salah satu pemain kunci dalam skema Amorim. Di usianya yang baru memasuki masa keemasan, mantan bintang Ajax itu dinilai tengah berada di jalur yang tepat untuk memaksimalkan potensinya, dan sistem Amorim tampaknya menjadi kunci kebangkitannya di Old Trafford.

Sumber: Sky Sports


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya