Liputan6.com, Jakarta - PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) kembali menggelar acara tahunan Hana Bank Economic Outlook bertema “Indonesia in A Shifting World: Geopolitical, Capital Market, and the Global Economy 2026.”
Direktur Utama Hana Bank, Ko Yung Ryul, mengatakan bahwa tahun 2026 akan diwarnai berbagai dinamika ekonomi global, mulai dari potensi penurunan suku bunga di negara maju, fluktuasi nilai tukar, hingga ketegangan geopolitik.
Advertisement
“Kami berharap seminar ini memberikan wawasan berharga bagi nasabah dalam memahami prospek ekonomi 2026 dan menyiapkan strategi bisnis yang tepat,” ujar Ko Yung Ryul, dikutip Selasa (4/11/2025).
Ia menegaskan, Hana Bank berkomitmen menjadi mitra terpercaya yang terus tumbuh bersama nasabah dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Direktur Utama BEI Iman Rachman yang hadir sebagai pembicara menyebut pasar modal Indonesia terus menunjukkan pemulihan signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat tumbuh 16,83% sejak awal tahun hingga 24 Oktober 2025, dengan nilai transaksi harian rata-rata mencapai Rp 16,46 triliun dan jumlah investor aktif sekitar 313 ribu orang.
“IHSG menjadi salah satu yang tumbuh tertinggi di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Iman menambahkan, peningkatan kepemilikan institusi domestik menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasar modal nasional. Menjelang akhir tahun, ia memproyeksikan sentimen pasar akan menguat seiring ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia.
Realisasi Belanja Pemerintah
Optimisme serupa disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menembus di atas 5% jika realisasi belanja pemerintah berjalan optimal.
Yunarto menjelaskan, stimulus fiskal seperti bantuan pangan, program padat karya, insentif PPh 21, dan diskon tarif transportasi selama libur akhir tahun dapat mendorong konsumsi rumah tangga. Ia juga menilai neraca perdagangan yang positif menjadi pendorong kuat bagi stabilitas ekonomi nasional.
Sementara itu, Kim Young Jun dari Hana Institute of Finance membahas prospek ekonomi global serta pergerakan pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian suku bunga.
Sedangkan Lee Hwan Joo dari Hana Bank Korea menyoroti tren perpajakan, simpanan, dan strategi pewarisan aset di Korea Selatan sebagai pembelajaran bagi pelaku industri keuangan di Indonesia.
Hana Bank Economic Outlook sendiri telah digelar secara konsisten sejak 2010, sebagai wujud komitmen Hana Bank dalam memberikan wawasan strategis kepada nasabah terkait dinamika ekonomi global dan peluang investasi di Indonesia.