Presiden Prabowo Resmikan Stasiun Tanah Abang Baru Usai Direvitalisasi

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang baru usai direvitalisasi. Peresmian dilakukan di gerbang utama Stasiun Tanah Abang baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 04 November 2025, 14:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang baru usai direvitalisasi. (Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang baru usai direvitalisasi. Peresmian dilakukan di gerbang utama Stasiun Tanah Abang baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Prabowo tampak menandatangani prasasti sebagai simbolis peresmian Stasiun Tanah Abang. Sebelum peresmian, Prabowo bersama sejumlah menteri menjajal KRL Jabodetabek dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Tanah Abang.

Menteri Perhubungan atau Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan, nilai proyek Stasiun Tanah Abang baru mencapai Rp350 miliar. Menurut dia, stasiun baru tersebut beroperasi bertahap sejak Juni 2025, denga melayani lima rute.

Ada pun, kata dia, kapasitas penumpang Stasiun Tanah Abang baru dari semula 141.000 menjadi 308.000 penumpang. Sementara itu, Stasiun Tanah Abang memiliki 4 peron dan 6 jalur.

"Per peron bisa melayani 1 rangkaian kereta api dengan 12 gerbong, dan 12 gerbong tersebut per gerbongnya melayani 300 penumpang pada saat puncak," ujar Dudy, Selasa (4/11/2025).

"Jadi kalau bapak bisa bayangkan, 300 itu seperti dengan 2 pesawat Boeing 737. Dan dalam memberangkat satu rangkaian itu bisa sekitar 20 pesawat Boeing 737," sambung dia.

Dudy menuturkan, Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun terbesar dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Dia menyebut peresmian stasiun baru ini menjadi titik awal transformasi kereta api baru dalam melayani publik.

"Pembangunan hingga peresmian stasiun tanah abang baru ini melibatkan Kemenhub, Kemenko Infrastruktur, Daerah Khusus Jakarta, Bapenas, Kemensetneg, yang mulai membantu dari mulai pembangunan hingga peresmian Tanah Abang Baru," pungkas Dudy.

 

Momen Prabowo Jajal KRL dari Manggarai ke Tanah Abang

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Bandung dengan menggunakan kereta cepat Whoosh. (Foto: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menaiki kereta rel listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Tanah Abang Jakarta, Selasa (4/11/2025). Prabowo menjajal KRL Jabodetabek sebelum dirinya meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Stasiun Manggarai sekitar pukul 10.50 WIB dengan memakai baju safari cokelat.

Prabowo tampak didampingi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Anggaraka Prabowo, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelum masuk ke peron kereta, Prabowo terlebih dahulu melakukan tapping kartu di gerbang masuk. Dia lalu meninjau panel informasi revitalisasi statiun.

Prabowo juga menerima penjelasan dan informasi dari Direktur Utama PT KAI dan Menteti Perhubungan. Prabowo sempat menyapa dan bersalaman dengan masyarakat yang menunggu kedatangan.

Setelah itu, Prabowo menaiki KRL Commuter Line jenis baru menuju Stasiun Tanah Abang. Tampak Prabowo berbincang-bincang dengan pengguna KRL di dalam kereta.

KRL yang ditumpangi Prabowo tidak berhenti di statiun-statiun pemberhentian. Hanya butuh 10 menit dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Tanah Abang.

Setibanya di Stasiun Tanah Abang pada pukul 11.19 WIB, Prabowo disambut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono dan Gubernur Jakarta Pramono Anung. Dia terlebih dahulu meninjau fasilitas di Stasiun Tanah Abang sebeluk acara peresmian.

 

Prabowo Perintahkan PT KAI Tambah Gerbong KRL dan Perkuat Keamanan Jelang Nataru

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto Tiba di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). (Sumber Foto: BPMI Setpres).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI untuk memastikan keamanan, kenyaman, dan kebersihan kereta api. Dia juga meminta KAI untuk segera menambah gerbong KRL Jabodetabek.

"Beliau sampaikan dengan sangat jelas juga kepada kami, satu pastikan keamanan, pastikan kenyamanan, dan tentunya pastikan juga kebersihannya," tutur Dirut PT KAI Bobby Rasyidin di Istana Negara, Jakarta, Senin 3 November 2025.

Bobby mengulas pernyataan Prabowo, bahwa kereta api sangat penting bagi peradaban suatu negara dan menjadi tanggung jawab pemerintah. Selain meminta PT KAI lebih memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan kebersihan layanan kereta api di stasiun, lintasan kereta, serta gerbong, dia juga memerintahkan penambahan gerbong.

"Menyambut Nataru, beliau juga memerintahkan kami untuk mengecek secara detail daerah-daerah rawan, terutama daerah rawan banjir, daerah rawan longsor dalam hal ini," jelas dia.

Bobby menegaskan, KRL Jabodetabek melayani masyarakat kalangan bawah di setiap harinya. Sebab itu, faktor keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan keselamatan pengguna menjadi prioritas.

"Beliau sampaikan bahwa harus senyaman mungkin. Tadi saya jelaskan juga bahwa sekarang itu pada jam sibuk, KRL kita itu sudah berdempet-dempetan, beliau sangat concern sekali dengan itu, maka beliau sampaikan secepatnya, agar impact bagi rakyat sangat positif sekali, secepatnya kita dalam menambah gerbong," ungkapnya.

Untuk itu, PT KAI telah memesan 12 rangkaian kereta atau train set ke Inka, dan 11 train set ke China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) dengan delapan di antaranya sudah beroperasi secara penuh, sementara tiga train set sisanya ditargetkan beroperasi November 2025. Adapun, empat train set yang dipesan dari Inka masih dalam uji teknis.

"Target dengan kereta Inka sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12," Bobby menandaskan.

Infografis Uji Coba Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya