Strategi Brilian Enzo Maresca Bawa Chelsea Taklukkan Tottenham di Derby London

Chelsea kembali menunjukkan tajinya di Derby London usai menumbangkan Tottenham Hotspur 1-0 di Tottenham Hotspur Stadium, akhir pekan lalu. Gol tunggal Joao Pedro di menit ke-34 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung intens itu.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 04 November 2025, 11:38 WIB
Moises Caicedo, kanan, Wesley Fofana, kiri, dan Malo Gusto dari Chelsea merayakan kemenangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Tottenham dan Chelsea di London, Sabtu, 1 November 2025. (John Walton/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea kembali menunjukkan tajinya di Derby London usai menumbangkan Tottenham Hotspur 1-0 di Tottenham Hotspur Stadium, akhir pekan lalu. Gol tunggal Joao Pedro di menit ke-34 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung intens itu.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin bagi The Blues, tetapi juga bukti kecerdikan taktik Enzo Maresca yang kembali berhasil menundukkan rival sekota mereka.

Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan positif Chelsea menjadi lima kemenangan beruntun atas Spurs di Premier League.


Perubahan Strategi Maresca

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara Chelsea dan Brentford di Stamford Bridge, London, Senin dini hari WIB (16-12-2024). (Ben STANSALL/AFP)

Sejak menit awal, perubahan strategi Maresca sudah terlihat jelas. Ia meninggalkan formasi klasik dan menerapkan pola baru berbentuk “W” di lini tengah, formasi yang jarang digunakan di level tertinggi.

Dua gelandang bertahan, Moises Caicedo dan Reece James, ditempatkan di dasar formasi untuk memberikan keseimbangan sekaligus fleksibilitas dalam menekan lawan.

Sementara itu, Enzo Fernandez ditempatkan sedikit lebih maju untuk menghubungkan lini tengah dan lini depan. Pola ini membuat Chelsea memiliki struktur yang kuat baik saat menyerang maupun bertahan, dengan transisi cepat yang kerap membuat Tottenham kesulitan membangun serangan.

Caicedo menjadi motor utama dari sistem baru ini. Pemain asal Ekuador itu tampil luar biasa dalam membaca arah permainan dan menutup ruang lawan. Ia tak hanya menjadi pemutus serangan Spurs, tetapi juga pencipta peluang dari pressing tinggi yang ia lakukan.

Dari aksinya memotong bola di lini tengah, Chelsea berhasil menciptakan tekanan yang berujung pada gol Joao Pedro. Penampilan agresif Caicedo bahkan membuat trio gelandang Tottenham, Bentancur, Palhinha, dan Xavi Simons tampak kehilangan arah setiap kali menguasai bola.


Chelsea Manfaatkan Bola Mati

Striker Chelsea, Joao Pedro, bereaksi setelah tendangannya ditepis oleh kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Tottenham Hotspur dan Chelsea di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 1 November 2025. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Selain perubahan formasi, Maresca juga menunjukkan kecerdikannya dalam memanfaatkan situasi bola mati. Salah satu momen menarik terjadi ketika Chelsea mengatur posisi pemain secara tidak biasa saat lemparan jauh dilakukan.

Beberapa pemain dikirim ke depan untuk membuka ruang dan mengacaukan fokus pertahanan Spurs. Strategi itu tidak hanya efektif dalam menghalau serangan balik lawan, tetapi juga menciptakan kekacauan yang membuat Tottenham kesulitan menjaga posisi.

Lanjut Baca:

Taktik “out of the box” ini menjadi contoh nyata bagaimana Maresca berani berpikir berbeda untuk menciptakan keunggulan taktis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya