Atap SMKN 1 Gunung Putri Ambruk Akibat Lapuk, Berulang Kali Lapor ke Pemprov Jabar tapi Belum Diperbaiki

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi bangunan yang rusak kepada Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat jauh sebelum insiden ini terjadi.

oleh Achmad SudarnoDiterbitkan 04 November 2025, 10:57 WIB
Atap bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di ruang kelas. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta Atap bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk dan menimpa 42 siswa pada Senin (3/11/2025) siang. Atap dari lima ruang kelas itu ambruk sekitar pukul 14.45 WIB. Peristiwa atap ambruk membuat ruang kelas tersebut rusak parah dan dinding bangunan sebagian ikut roboh meninggalkan puing-puing material yang berserakan di lantai.

Wakil Kepala Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas) SMKN 1 Gunung Putri, Karyadi, mengatakan gedung sekolah tersebut terakhir kali direnovasi tahun 2015, sejak berdiri pada 2003 silam.

"Sejak dibangun tahun 2003, pernah direnovasi tahun 2015. Atapnya diganti pakai baja ringan," ujar Karyadi, Senin 3 November 2025.

Sudah Berulang Kali Lapor Dinas PUPR Pemprov

Atap bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di ruang kelas. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi bangunan yang rusak kepada Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat jauh sebelum insiden ini terjadi.

"Kami sudah asesmen bahkan mengajukan renovasi segera ke PUPR. Waktu itu pengajuan tidak hanya gedung yang saat ini ambruk saja, tapi ada beberapa bangunan lainnya, seperti tempat praktik bengkel-bengkel pemesinan dan ruang BK karena kondisinya sudah rapuh juga," ungkapnya.

Permohonan renovasi sekolah tersebut agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman. Sayangnya, sampai kejadian ini menimpa, belum ada realisasi atau rencana perbaikan.

Dia mengungkapkan atap bangunan yang ambruk terdiri dari lima ruang kelas, yakni kelas 11 dan 12, jurusan teknik pengelasan dan teknik mesin.

Ketika peristiwa itu terjadi, puluhan siswa sedang berada di ruang kelas 11 dan 12, menunggu giliran untuk menjalani pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang digelar pihak puskesmas. Selebihnya berada di ruangan lain mengikuti PKG.

"PKG diikuti semua siswa. Kelas 10 PKG dilaksanakan dari pagi sampai jam 12 siang. Dan dilanjut kelas 11-12 dimulai siang sampai selesai. Saat hujan lebat dan angin kencang, tiba-tiba bangunan roboh," ungkap Karyadi.

Akibat kejadian ini sedikitnya 22 siswa terluka tertimpa material bangunan. Mereka langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Tak Ada Tanda-Tanda Kerusakan

Atap bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Sebelum kejadian, Karyadi tidak melihat ada tanda-tanda kerusakan pada konstruksi bangunan. Namun, ia menduga kejadian ini dipicu pohon tumbang yang menimpa salah satu atap ruang kelas.

"Untuk 5 bangunan kelas roboh ini memang belum ada tanda-tanda. Kemungkinan ketimpa pohon kemudian merembet hingga seluruh atap bangunan itu ambruk," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, atap ruang kelas yang ambruk merupakan bangunan tua.

"Jadi memang bangunannya yang sama-sama kita lihat sudah cukup tua," ujar Yudi di lokasi kejadian pada Senin (3/11/2025).

Menurutnya peristiwa terjadi saat wilayah Bogor diguyur hujan deras disertai angin kencang. Diduga, atap bangunan ambruk akibat salah satu ruang kelas tertimpa batang pohon yang patah akibat diterpa angin kencang.

"Robohnya atap 5 ruang kelas ini akibat hujan deras dan angin cukup kencang. Kemudian ada 1 dahan pohon tumbang menimpa salah satu kelas, kemudian mengakibatkan semuanya roboh," terangnya.

"Jadi tertimpa pohon dulu baru semuanya roboh. Sebetulnya rangkaian atapnya dari baja ringan, ngikat, jadi semuanya roboh," tambahnya.

Pasca kejadian ambruknya bangunan SMKN 1 Gunung Putri, Tim Inafis Polri terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya