Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, mendukung rencana strategis Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengakuisisi 30 unit Kapal Selam Otonom (KSOT) buatan PT PAL Indonesia. Hal itu dilakukan, usai KSOT berhasil melakukan uji coba penembakan torpedo buatan dalam negeri.
"Dukungan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo untuk memajukan industri pertahanan nasional," kata Farah melalui keterangan pers diterima.
Advertisement
Farah menuturkan, langkah Kemhan menjadi pembeli utama 30 unit KSOT dari PT PAL adalah sinyal positif yang konkret untuk ekosistem pertahanan nasional.
"Kami di Komisi I memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya Kemhan dalam memperkuat postur pertahanan kita, khususnya di titik-titik strategis perairan Indonesia. Rencana pengadaan 30 unit KSOT buatan PT PAL ini adalah langkah maju yang juga menunjukkan komitmen serius terhadap kemandirian industri pertahanan nasional," jelas Farah.
Menurut legislator dari fraksi PAN tersebut, keberhasilan produksi KSOT sangat membanggakan karena menempatkan Indonesia dalam jajaran elit negara produsen alutsista berteknologi tinggi.
Selain itu, sejalan dengan pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, bahwa Indonesia sebagai negara keempat di dunia yang mampu memproduksi KSOT setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Cina.
"Ini adalah kebanggaan kita bahwa anak bangsa bisa memproduksi alutsista yang setara dengan negara-negara global di bidang teknologi militer," sebut dia.
Selain itu, Farah juga menyoroti perhatian khusus yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo terhadap pembangunan kekuatan TNI hingga ke level teknis.
"Fakta bahwa Presiden memantau langsung jalannya uji coba KSOT mengindikasikan adanya dukungan dan pengawasan yang kuat dari level tertinggi untuk memastikan keberhasilan program strategis ini," yakin Farah.
Penguatan Ekosistem Pertahanan
Farah terus mendorong, pengadaan alutsista strategis ini tidak boleh berhenti hanya pada pemenuhan target unit. Sebab, momentum itu harus dimanfaatkan untuk penguatan ekosistem industri pertahanan jangka panjang secara menyeluruh, dengan memastikan nilai tambah bagi industri nasional. Khususnya dalam mengawal komitmen TKDN 50 persen agar benar-benar terealisasi.
"Kami juga mendorong alih teknologi secara penuh ke industri dalam negeri seperti PT PAL agar pembangunan kapasitas jangka panjang dapat terwujud secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada produksi unit," tegasnya.
Farah juga memastiman, komitmen DPR untuk turut menyukseskan jalannya program strategis ini. Ia menegaskan bahwa parlemen akan menjalankan fungsinya untuk memastikan investasi pertahanan yang krusial ini berjalan akuntabel dan tepat sasaran, sejalan dengan tujuan pemerintah.
"Kami di Komisi I berkomitmen untuk mendukung penuh keberhasilan program KSOT ini. Kami akan menjalankan fungsi legislatif kami untuk turut mendukung kesuksesan program ini, agar investasi pertahanan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi kedaulatan negara," dia menandasi.