Liputan6.com, Jakarta Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni kembali muncul di depan publik. Kali ini Sahroni muncul di tengah warga perumahannya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dia bicara pengalamannya terjebak dalam rumah yang dijarah massa.
Aksi penjarahan terjadi di rumah Sahroni di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Sabtu (30/8/2025) sore. Ratusan massa berkumpul sejak pukul 15.00 Wib dan melakukan pelemparan batu ke arah rumah bertingkat milik Sahroni.
Advertisement
Sahroni mengaku sempat bertemu pemuka agama di rumahnya. Ketika massa mulai berkumpul, Sahroni menyebut Bapak Imam, Ibu Dini dan pembantunya mengungsi ke rumah tetangga sebelah.
"Satu jam pertama sebelum kejadian, sekitar pukul 12.00–15.00, saya sempat bertemu dengan perwakilan dari tokoh agama. Terima kasih kepada Pak Haji Rusdi dan istrinya yang telah menerima Pak Imam, istri, dan pembantu saya di rumah sebelah. Hari itu, saya dalam keadaan tidak percaya kepada siapapun,” cerita Sahroni dalam video yang beredar, Senin (3/11/2025).
Saat massa menjarah rumahnya, Sahroni mengaku tak bisa melarikan diri ke mana-mana. Dia menceritakan peristiwa mencekam itu bak drama film. Dia bersembunyi dari amukan massa, sampai menghancurkan plafon rumahnya.
"Akhirnya plafon itu saya hancurkan sekalian, tapi pintu kamar mandi saya buka. Kalau Bapak Ibu tahu, rasanya seperti main film, dramanya luar biasa," katanya.
Namun sial, atap atau plafon rumah jebol. Sahroni terjatuh ke kamar mandi. Selanjutnya, ia menceritakan ada beberapa orang yang melihatnya. Menghampirinya ke kamar mandi. Namun, mereka tidak mengenali. Alasan sahroni, saat itu wajahnya penuh debu.
"Sebelumnya, saya sempat bersembunyi di atas plafon, tapi plafonnya tidak kuat dan saya jatuh. Ada tiga orang melihat saya, dan bertanya. Waktu itu, wajah saya sudah saya beri debu," tuturnya.
Sahroni Panjat Genteng Tetangga
Sahroni melanjutkan ceritanya. Dia mengaku sempat memanjat genteng rumahnya dan mencoba kabur ke rumah tetangga.
"Saya mau lewat tangga di sana, ternyata itu rumah Pak Haji. Kebetulan malam itu, saat saya menginjak gentengnya, bunyi. Jadi saya urungkan niat, lalu kembali ke rumah Pak Haji Dhani. Di rumah Pak Haji Dhani itu ada tangga menuju ke bawah, kebetulan orangnya belum ada," ujar Sahroni.
Sementara itu, Achmad Winarso selaku Ketua LMK Kebon Bawang yang mewakili Ahmad Sahroni menyampaikan bahwa keluarga Ahmad Sahroni sangat menghargai niat baik masyarakat yang secara sukarela mengembalikan barang-barang tersebut.
"Pihak keluarga tidak akan menempuh jalur hukum bagi warga yang dengan kesadaran menyerahkan barang melalui Polres Metro Jakarta Utara maupun langsung kepada keluarga," katanya.
Reporter: Henny Rachma Sari/merdeka.com