Ketika Semangat Pemuda Indonesia pada Pertempuran Surabaya Kembali Dihidupkan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 03 November 2025, 11:55 WIB
Ketika Semangat Pemuda Indonesia pada Pertempuran Surabaya Kembali Dihidupkan
Anggota komunitas sejarah Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia menggelar reka ulang peristiwa Pertempuran Surabaya, di sekitar kawasan Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu 2 November 2025. Mengusung tema “Surabaya Epic”, parade kali ini diikuti lebih dari dua ribu peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang. Mereka menampilkan beragam atraksi dan teatrikal memukau, dengan kostum unik yang merepresentasikan semangat juang rakyat tempo dulu. Melalui drama teatrikal ini, komunitas sejarah Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia, khususnya pemuda Surabaya, untuk mengenang semangat perjuangan arek-arek yang gugur mempertahankan kemerdekaan. Agenda tahunan ini menjadi cara pemuda dari Kota Pahlawan untuk menumbuhkan kembali api patriotisme lewat Parade Juang. Mereka juga berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman sejarah di kalangan generasi muda. Pertunjukan dibuka dengan pembacaan puisi, disusul adegan kemarahan arek-arek Suroboyo yang menyobek selebaran pasukan Sekutu. Aksi itu memicu baku tembak sengit, dengan efek ledakan dan petasan yang menambah suasana tegang. Untuk diketahui, drama teatrikal yang dipentaskan itu diangkat dari peristiwa nyata perjuangan Madoen, seorang pemuda Genteng Kali yang berani menghadang serdadu Inggris pada peristiwa Pertempuran Surabaya.
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, pada Minggu 2 November 2025. Anggota komunitas sejarah Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia menggelar reka ulang peristiwa Pertempuran Surabaya, di sekitar kawasan Tugu Pahlawan hingga Balai Pemuda, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu 2 November 2025. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, pada Minggu 2 November 2025. Mengusung tema “Surabaya Epic”, parade kali ini diikuti lebih dari dua ribu peserta dari berbagai komunitas dan latar belakang. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, pada Minggu 2 November 2025. Mereka menampilkan beragam atraksi dan teatrikal memukau, dengan kostum unik yang merepresentasikan semangat juang rakyat tempo dulu. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, Minggu 2 November 2025. Melalui drama teatrikal ini, komunitas sejarah Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia, khususnya pemuda Surabaya, untuk mengenang semangat perjuangan arek-arek yang gugur mempertahankan kemerdekaan. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, di Surabaya, Minggu 2 November 2025. Agenda tahunan ini menjadi cara pemuda dari Kota Pahlawan untuk menumbuhkan kembali api patriotisme lewat Parade Juang. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, di Surabaya, Minggu 2 November 2025. Mereka berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman sejarah di kalangan generasi muda. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, di Surabaya pada Minggu 2 November 2025. Pertunjukan dibuka dengan pembacaan puisi, disusul adegan kemarahan arek-arek Suroboyo yang menyobek selebaran pasukan Sekutu. (Juni KRISWANTO/AFP)
Anggota Komunitas Roode Brug Soerabaia dan Reenactor Indonesia berpartisipasi dalam reka ulang Pertempuran Surabaya, di Surabaya pada Minggu 2 November 2025. Aksi itu memicu baku tembak sengit, dengan efek ledakan dan petasan yang menambah suasana tegang. (Juni KRISWANTO/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya