Laba Bersih CDIA Melonjak jadi Rp 1,38 Triliun hingga September 2025

Berikut kinerja keuangan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) hingga September 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 03 November 2025, 10:54 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan lonjakan laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini mencatat laba bersih sebesar USD 83,5 juta atau sekitar Rp 1,38 triliun, naik 269,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 22,6 juta.

Peningkatan laba tersebut ditopang oleh ekspansi agresif di seluruh lini bisnis serta penguatan struktur modal dan likuiditas setelah perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025.

Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, menyebut capaian itu mencerminkan semakin solidnya fundamental dan efektivitas strategi pasca-IPO.

"Laba bersih mencapai USD 83,5 juta, didukung operasional yang tangguh dan pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan. Liquidity pool kami sebesar USD 705,4 juta, yang diperkuat melalui pinjaman baru dari BTN, meningkatkan kapasitas investasi dan pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (3/11/2025).

Dari sisi pendapatan, CDIA membukukan pendapatan bersih USD 104,8 juta pada sembilan bulan 2025, tumbuh 42% dibandingkan USD 73,8 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Segmen logistik menjadi pendorong utama dengan peningkatan pendapatan hingga 14 kali lipat dari USD 1,8 juta menjadi USD 24,6 juta. Sementara segmen energi mencatat USD 76 juta, naik 11% year-on-year, dan segmen pelabuhan serta penyimpanan meningkat 18,5% menjadi USD 4,2 juta.

Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih melonjak tajam menjadi 79,7% dari 30,6% pada periode yang sama tahun lalu, sementara margin EBITDA naik dari 27,6% menjadi 73,3%. Laba kotor perusahaan juga meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi USD 24 juta.

Secara keuangan, total aset CDIA per September 2025 mencapai USD 1,6 miliar, naik 48,1% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar USD 1,08 miliar. Ekuitas meningkat 52,9% menjadi USD 1,15 miliar, sedangkan total liabilitas tercatat USD 449,6 juta. Posisi kas dan setara kas serta surat berharga meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 705,4 juta dari USD 315,6 juta pada akhir tahun lalu.

CDIA Umumkan Sejumlah Transaksi Afiliasi, Berikut Rinciannya

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menyampaikan keterbukaan informasi terkait sejumlah transaksi afiliasi yang dilakukan perseroan. Transaksi tersebut mencakup pemberian pinjaman kepada entitas terkendali hingga pengambilalihan saham perusahaan pelayaran.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/10/2025), menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Redeco Petrolin Utama (RPU), perusahaan yang bergerak di bidang terminal dan penyimpanan produk minyak dan kimia.

Pinjaman yang diberikan mencapai nilai maksimum Rp 11 miliar dengan tingkat bunga 8,1% per tahun dan tenor maksimal 36 bulan yang dapat diperpanjang. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan proyek RPU.

Selain itu, CDIA juga mengumumkan transaksi penyertaan modal serta pengambilalihan saham di PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).

Kedua perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran itu sebelumnya dimiliki bersama dengan PT Buana Primatama Niaga (BPN). Setelah CDIA berubah status menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN), perseroan mengambil alih kepemilikan mayoritas melalui serangkaian transaksi.

Nilai Transaksi

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total nilai transaksi pengambilalihan saham PT CSI dan PT MIM dari BPN mencapai sekitar Rp 2,68 triliun, sementara penyertaan modal baru di kedua entitas tersebut bernilai lebih dari Rp 4,5 triliun.

CDIA juga menyalurkan pinjaman sebesar Rp 1 triliun kepada BPN dengan bunga JIBOR 3 bulan + 1,75% yang digunakan untuk mendukung pembiayaan ekspansi sebelum akhirnya dilunasi melalui transaksi pengalihan saham.

Perseroan menegaskan seluruh transaksi telah melalui prosedur sesuai Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Penilaian kewajaran dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen. CDIA juga memastikan aksi korporasi ini bukan termasuk transaksi material maupun benturan kepentingan, serta tidak mengganggu kelangsungan usaha perusahaan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya