Liputan6.com, Jakarta Arsenal terus menunjukkan taringnya di Premier League 2025/2026. Bermain di Turf Moor pada Sabtu (1/11/2025), tim asuhan Mikel Arteta kembali memetik kemenangan penting atas tuan rumah Burnley. The Gunners tampil dominan sejak awal dan mengunci tiga poin lewat gol Viktor Gyokeres dan Declan Rice.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka di klasemen. Arsenal kini mencatatkan sembilan kemenangan beruntun di semua kompetisi dan memperpanjang rekor clean sheet mereka menjadi tujuh laga tanpa kebobolan. Performa solid di lini belakang membuat mereka tampak seperti mesin kemenangan yang nyaris tak bisa dihentikan.
Advertisement
Hasil di Turf Moor juga memperlebar jarak Arsenal di puncak klasemen. Mereka kini unggul tujuh poin dari pesaing terdekat, mempertegas ambisi besar untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar Premier League yang terakhir kali diraih pada musim 2003/2004.
Keberhasilan mempertahankan konsistensi di tengah jadwal padat membuat banyak pihak mulai percaya bahwa Arsenal kali ini benar-benar siap. Salah satunya datang dari legenda Premier League, Alan Shearer, yang menilai tidak ada celah dalam tim Mikel Arteta musim ini.
Alan Shearer: Arsenal Tak Punya Kelemahan
Alan Shearer, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League, menilai Arsenal tampil sangat komplet di semua lini. Ia memuji organisasi permainan dan keseimbangan antara serangan dan pertahanan yang membuat The Gunners tampak tangguh dari segala sisi.
Menurut Shearer, kekuatan Arsenal tidak hanya terletak pada kemampuan mereka mencetak gol dari bola mati, tetapi juga dari cara bermain yang dinamis dan cerdas dalam memanfaatkan ruang. Ia menilai bahwa pendekatan taktis Arteta kini sudah mencapai level tertinggi sejak sang manajer datang ke Emirates Stadium.
Arsenal, kata Shearer, bukan hanya memanfaatkan momentum, tetapi juga menampilkan karakter juara yang selama ini hilang. Mentalitas tim yang tak mudah puas menjadi fondasi utama performa mereka musim ini.
“Saya tidak melihat kelemahan,” ujar Alan Shearer kepada BBC Sport. “Mereka kembali mencetak gol dari bola mati, tetapi performa mereka jauh lebih baik."