Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan kinerja keuangan beragam hingga September 2025. Perseroan mencatat kenaikan penjualan tetapi laba merosot pada Januari-September 2025.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) meraup penjualan Rp 90,98 triliun hingga September 2025. Penjualan bertambah 5% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 86,94 triliun.
Advertisement
Akan tetapi, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 10% menjadi Rp 7,88 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun lalu Rp 8,76 triliun. Hal ini seiring depresiasi rupiah yang menyebabkan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.
"Core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan naik 1% menjadi Rp 8,42 triliun dari Rp 8,3 triliun,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI.
Beban pokok penjualan naik 6,06% menjadi Rp 60,72 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 57,24 triliun. Laba bruto naik 1,9% dari Rp 29,69 triliun menjadi Rp 30,26 triliun hingga September 2025.
Perseroan membukukan laba usaha naik 12,45% menjadi Rp 18,09 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,09 triliun. Marjin laba usaha meningkat menjadi 19,9% dari 18,5% pada tahun sebelumnya.
Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan susut 7,24% menjadi Rp 14,69 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,8 triliun. Seiring hal itu, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp 898 hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 998.
Aset INDF
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim menuturkan, pada periode sembilan bulan tahun ini, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerja yang positif, didukung model bisnisnya yang terintegrasi secara vertikal.
“Kami akan tetap fokus dalam menghasilkan pertumbuhan secara organik, serta menjaga keseimbangan pangsa pasar dengan profitabilitas dan neraca yang sehat,” kata dia.
Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 116,18 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 108,99 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 98,28 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 92,72 triliun.
Aset naik menjadi Rp 214,46 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 201,71 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 42,93 triliun.
INDF Tebar Dividen
Sebelumnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 280 per lembar saham kepada para pemegang saham.
Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar untuk membahas kinerja tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024. Dividen tersebut akan dibayarkan pada 23 Juli 2025. Adapun total dividen itu diperkirakan Rp 2,46 triliun.
Perseroan menyampaikan keputusan pembagian dividen merupakan bentuk apresiasi atas dukungan para pemegang saham. RUPST juga menyetujui laporan tahunan direksi yang memuat hasil kegiatan usaha dan laporan keuangan Perseroan.
Meski tidak diungkap secara rinci dalam pengumuman ini, INDF selama ini dikenal sebagai perusahaan dengan kinerja solid dan konsisten dalam memberikan imbal hasil kepada investornya.
"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Indofood. Kami akan terus fokus dalam menghasilkan pertumbuhan secara organik, serta menjaga keseimbangan pangsa pasar dengan profitabilitas dan neraca yang sehat," kata Direktur Utama INDF Anthoni Salim dalam keterbukaan informasi Bursa, Jumat (20/6/2025).