Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, Pers Argentina Ungkap Adanya Pemalsuan Dokumen

Skandal Naturalisasi Malaysia semakin memanas setelah media Argentina mengungkap dokumen asli pemain yang berbeda dari klaim FAM, memicu sanksi berat dari FIFA dan penyelidikan lebih lanjut.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 31 Oktober 2025, 21:16 WIB
Facundo Garces ketika berlatih bersama Timnas Malaysia (Ofisial X Timnas Malaysia/@malaysia_nt)

Liputan6.com, Jakarta - Dunia sepak bola Asia Tenggara digegerkan oleh terkuaknya skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia. Kasus ini mencuat setelah media Argentina merilis dokumen asli yang menunjukkan adanya perbedaan data signifikan.

Pengungkapan ini secara langsung membantah klaim Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait garis keturunan beberapa pemain naturalisasi. FIFA pun telah turun tangan, menjatuhkan sanksi berat yang mengguncang integritas sepak bola Negeri Jiran.

Kini, investigasi mendalam terus dilakukan untuk mengungkap dalang di balik pemalsuan dokumen tersebut. Masa depan beberapa pemain naturalisasi serta kredibilitas FAM dipertaruhkan dalam pusaran Skandal Naturalisasi Malaysia ini.


Pengungkapan Mengejutkan dari Media Argentina

Facundo Garces memperkuat Timnas Malaysia (Instagram/facundogarces)

Skandal naturalisasi Malaysia mulai terkuak secara luas setelah media Argentina, Capital de Noticias (CDN), merilis dokumen asli pemain naturalisasi. Dokumen ini secara spesifik menyoroti Facundo Garces dan Imanol Machuca, dua nama yang disebut-sebut memiliki leluhur dari Malaysia.

CDN menunjukkan bahwa data dalam dokumen asli tersebut sangat berbeda dari klaim yang sebelumnya disampaikan oleh FAM. Perbedaan ini menjadi kunci utama dalam pembongkaran dugaan pemalsuan data garis keturunan para pemain.

Pengungkapan oleh media Argentina ini menjadi pukulan telak bagi FAM. Pasalnya, data yang disajikan CDN didukung oleh bukti otentik yang disahkan oleh Kantor Catatan Sipil setempat, menambah bobot pada temuan kejanggalan tersebut.


Disparitas Data Facundo Garces dan Imanol Machuca

Pemain depan Velez Sarsfield #39, Imanol Machuca, dan pemain bertahan Penarol #20, Pedro Milans, berebut bola selama pertandingan babak pertama penyisihan grup Copa Libertadores antara Velez Sarsfield dari Argentina dan Penarol dari Uruguay di stadion Jose Amalfitani di Buenos Aires pada tanggal 2 April 2025. (JUAN MABROMATA/AFP)

Dalam kasus Facundo Garces, FAM awalnya mengklaim bahwa kakeknya, Carlos Rogelio Fernandez, lahir di Penang, Malaysia, pada 29 Mei 1930. Namun, dokumen asli yang dirilis CDN membuktikan hal sebaliknya.

Menurut dokumen tersebut, Carlos Rogelio Fernandez justru lahir di Santa Fe, Argentina, tepatnya di Villa Maria Selva. Tanggal lahirnya memang sesuai, tetapi tempat kelahirannya secara jelas bukan di Penang, melainkan di sebuah jalan tanpa nama di Santa Fe yang kini dikenal sebagai Calle Gorostiaga.

Leluhur Garces lainnya, termasuk ayahnya Cipriano Garcés yang disebut pelancong Spanyol, juga tidak memiliki kaitan dengan Malaysia. Situasi serupa terjadi pada Imanol Machuca, di mana neneknya, Concepcion Agueda Alaniz, diklaim FAM lahir di Penang. Namun, dokumen asli menunjukkan Alaniz lahir di kota Roldan, Santa Fe, Argentina, menegaskan bahwa ia juga tidak memiliki leluhur dari Malaysia.


Sanksi FIFA dan Proses Hukum Berlanjut

Joao Figueiredo, pemain naturalisasi baru Timnas Malaysia. (Bola.com/Dok.Facebook Timnas Malaysia).

Akibat disparitas data yang terungkap ini, FIFA telah menjatuhkan sanksi berat kepada FAM. Federasi Sepak Bola Malaysia didenda sebesar Rp7,3 miliar dan para pemain yang terlibat dilarang beraktivitas dalam sepak bola selama 12 bulan.

Saat ini, investigasi menyeluruh sedang dilakukan untuk mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab atas pemalsuan dokumen tersebut. FAM sendiri telah mengajukan banding ke FIFA atas putusan ini, sembari menggelar penyelidikan internal.

Dengan semakin kuatnya bukti-bukti terkait data palsu pemain naturalisasi, kemungkinan besar banding yang diajukan oleh FAM akan ditolak oleh FIFA. Keputusan tegas dari badan sepak bola dunia ini menjadi tamparan keras bagi integritas sepak bola Malaysia dan menyoroti pentingnya verifikasi data yang akurat dalam proses naturalisasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya