Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Jumat, (31/10/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham memerah dan aksi beli saham oleh investor asing.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,25% ke posisi 8.163,87. Indeks LQ45 melemah 0,65% ke posisi 831,53. Sebagian besar indeks saham acuan turun.
Advertisement
Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.215,54 dan level terendah 8.144,07. Sebanyak 377 saham melemah sehingga bebani IHSG. 272 saham mengaut dan 161 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.977.780 kali dengan volume perdagangan saham 28,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.623. Sementara itu, investor asing beli saham Rp 1,13 triliun. Dengan demikian, sepanjang 2025, investor asing lepas saham Rp 41,78 triliun.
Mayoritas sektor saham memerah yang dipimpin sektor saham industri. Sektor saham industri turun 1,5%. Kemudian sektor saham energi tergelincir 0,27%, sektor saham basic susut 0,96%. Lalu sektor saham kesehatan terpangkas 0,96%, sektor saham keuangan merosot 0,39% dan sektor saham properti turun 1,17%.
Sementara itu, sektor saham infrastruktur naik 1,13%. Lalu sektor saham transportasi bertambah 0,57%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,12%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,32%, sektor saham teknologi menanjak 0,07%.
Harga saham ULTJ turun 4,76% ke posisi Rp 1.500 per saham. Harga saham ULTJ dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.580 per saham. Saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.585 dan terendah Rp 1.490 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.831 kali dengan volume perdagangan 96.577 saham. Nilai transaksi harian Rp 14,7 miliar.
Gerak Saham
Sementara itu, harga saham GIAA melonjak 8,49% ke posisi Rp 115 per saham. Harga saham GIAA dibuka stagnan di posisi Rp 106 per saham. Saham GIAA berada di level tertinggi Rp 115 dan terendah Rp 106 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.223 kali dengan volume perdagangan 1.762.914 saham. Nilai transaksi Rp 19,7 miliar.
Saham LSIP ditutup naik 0,72% ke posisi Rp 1.405 per saham. Harga saham LSIP dibuka stagnan di posisi Rp 1.395 per saham. Saham LSIP berada di level tertinggi Rp 1.410 dan level terendah Rp 1.370 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.430 kali dengan volume perdagangan 114.627 saham. Nilai transaksi Rp 16 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham DWGL melonjak 24,86%
- Saham TBIG melonjak 24,61%
- Saham LINK melonjak 24,45%
- Saham TEBE melonjak 16,36%
- Saham KDTN melonjak 15,71%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham UANG merosot 14,69%
- Saham KOBX merosot 11,76%
- Saham KETR merosot 11,24%
- Saham ITMA merosot 10,60%
- Saham HOPE merosot 10,48%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 1,5 triliun
- Saham BBRI senilai Rp 1,4 triliun
- Saham BMRI senilai Rp 1,1 triliun
- Saham ADRO senilai Rp 528,9 miliar
- Saham BRMS senilai Rp 432,9 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham ADRO tercatat 48.035 kali
- Saham BBRI tercatat 43.841 kali
- Saham CDIA tercatat 39.795 kali
- Saham BUVA tercatat 38.134 kali
- Saham BMRI tercatat 32.530 kali
Sentimen IHSG
Mengutip Antara, dalam kajian tim riset Philip Sekuritas menyebutkan, bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata dalam perang dagang antara kedua negara.
“Pelaku pasar melihat kesepakatan dagang antara China dan AS lebih merupakan sebuah penurunan ketegangan (de-eskalasi) dari pada perubahan struktural dalam hubungan antara kedua negara,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Dengan demikian, gencatan senjata yang hanya berumur satu tahun, kemungkinan besar hanya akan menstabilkan hubungan antara kedua negara tersebut, namun tidak menyelesaikan perbedaan mendasar
Kedua belah pihak tampaknya justru mengulur waktu untuk mengurangi ketergantungan satu sama lain di bidang-bidang strategis.
Di sisi lain dari sisi ekonomi makro, pelaku pasar mencerna sejumlah rilis data ekonomi dari Jepang, Korea Selatan dan China.
Bursa Saham Asia
Bursa saham regional Asia pada Jumat sore ini antara lain indeks Nikkei naik 1.152,39 poin atau 2,25 persen ke 52.478,00, indeks Hang Seng susut 376,04 poin atau 1,43 persen ke 25.906,65.
Selain itu, indeks Shanghai terpangkas 32,11 poin atau 0,81 persen ke 3.954,79, dan indeks Strait Times tergelincir 4,46 poin atau 0,10 persen ke 4.433,86.