Liputan6.com, Moskow - Uni Soviet sering kali membuat kejutan dari perkembangan teknologinya, seekor anjing betina bernama Laika membawa misi ke ruang angkasa dengan satelit Sputnik II yang diluncurkan pada 3 November 1957.
Banyak risiko dalam memberikan tugas kepada seekor hewan, tetapi mereka telah mempertimbangkan banyak hal untuk meluncurkan anjing ini dengan satelitnya.
Advertisement
Lokasi peluncurannya dari Kosmodrom Baikonur, di Kazakhstan, yang dipilih karena menjadi pusat utama pengembangan roket Uni Soviet saat itu, dilansir dari BBC, Senin (3/11/2025).
Laika telah menjalani pelatihan insentif di bawah pengawasan ilmuwan Soviet, termasuk pembiasaan terhadap kondisi sempit, kebisingan, dan getaran roket.
Tak hanya itu, tubuhnya pun telah dipasang monitor untuk memeriksa detak jantung dan tanda-tanda vital lainnya.
Kemajuan Sputnik II
Radio Moskow melaporkan bahwa peluncuran satelit kedua dilakukan untuk memperingati 40 tahun Revolusi Oktober, sekaligus menunjukkan kemajuan teknologi milik Uni Soviet.
Sputnik II memiliki berat sekitar setengah ton (508 kilogram), yang dilengkapi dengan berbagai instrumen untuk mempelajari matahari dan kosmik, suhu, serta tekanan atmosfer.
Selain itu, satelit juga membawa dua pemancar radio, serta persediaan oksigen dan makanan untuk mendukung kehidupan Laika di dalam kapsul.
Satelit ini bahkan dapat meluncur hingga mencapai ketinggian lebih dari 900 mil (sekitar 1.500 kilometer) di atas permukaan Bumi, lebih tinggi dibandingkan Sputnik I dan mengorbit planet ini dengan kecepatan sekitar lima mil (delapan kilometer) per detik.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengelilingi Bumi sekitar satu jam 42 menit bagi Sputnik II. Sinyal telegraf yang diterima oleh stasiun penerima di seluruh dunia, menandakan keberhasilan komunikasi mereka di ruang yang berbeda.
Kritik dan Pengorbanan Laika
Meski menggunakan satelit Sputnik II berhasil, misi ini menuai reaksi keras dari orgnisasi pencinta anjing. Banyak pihak menganggap Rusia tidak manusiawi karena melibatkan makhluk hidup tanpa jaminan keselamatan.
Liga Pertahanan Anjing Nasional (National Canine Defence League), mengimbau agar para pencinta anjing di seluruh dunia untuk mengheningkan cipta satu menit setiap hari sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi Laika selama berada di ruang angkasa.
Sementara itu, RSPCA (Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals), mengatakan bahwa seruan protes bermunculan bahkan sebelum siaran Radio Moskow selesai menyiarkan pengumuman peluncuran Laika.
Dalam menenangkan tekanan dan kritik, seorang ilmuwan Inggris mengatakan kepada wartawan bahwa anjing itu kemungkinan telah dilatih, meski kemungkinan besar tidak akan selamat.
Pengorbanan Laika menjadi simbol keberanian dan pengabdian yang membuka jalan bagi penelitian ruang angkasa.
Misi tersebut akhirnya meninggalkan kesan buruk bagi pencinta hewan karena Laika tidak pernah kembali ke Bumi.
Kini namanya dikenang sebagai pahlawan kecil, yang mengorbit Bumi demi misi ilmiah bagaimana makhluk hidup bertahan di ruang angkasa.