Asia Pulp & Paper (APP) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui PT Hati Emas resmi menjalin kerjasama pemenuhan al-Quran untuk masyarakat se-Indonesia. Kerjasama ini mengingat besarnya kebutuhan al Qur’an yang mencapai 2 juta ekslempar per tahun.
Acara yang digelar di kantor PBNU di Jakarta, Jumat 21 Juni 2013, itu dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Direktur Corporate Affairs and Communications APP Suhendra Wiriadinata.
KH Said Aqil Siroj mengatakan kebutuhan Al-Quran di Indonesia setiap tahunnya mencapai 2 juta eksemplar per tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Agama yang melakukan pengadaan Al-Quran, kuota tersebut hanya mampu terpenuhi sebanyak 50 hingga 60 ribu Al-Quran per tahun. Ia pun menyambut baik kerjasama ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada APP dan seluruh pihak yang mendukung terlaksananya program ini. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini mampu menutupi kekurangan kebutuhan umat Islam terhadap kitab suci,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta.
Suhendra mengatakan selain besarnya kebutuhan, yang tidak kalah pentingnya adalah segi pengamanan, penerbitan
dan percetakan Al-Quran yang memerlukan adanya perhatian khusus dari otoritas yang berwenang. Karena fungsi Al-Quran sebagai kitab suci yang dijunjung tinggi oleh umat Islam tidak mungkin disamakan dengan barang-barang cetakan biasa.
“APP bekerja sama dengan PBNU dan PT Hati Emas mencoba menerbitkan Al-Quran untuk menjawab kebutuhan umat muslim untuk Al-Quran yang berkualitas,” ujar Suhendra
Ia menambahkan spesifikasi kertas yang digunakan untuk pencetakan kitab suci ini memperoleh sertifikasi halal dari MUI. Karena diproses dengan mengedepankan kehalalan baik dari bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusinya. Bahkan, pada penggunaan normal, kertas yang digunakan itu dapat bertahan hingga 100 tahun.
Dalam acara itu dihadiri juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (Adi)
Acara yang digelar di kantor PBNU di Jakarta, Jumat 21 Juni 2013, itu dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Direktur Corporate Affairs and Communications APP Suhendra Wiriadinata.
KH Said Aqil Siroj mengatakan kebutuhan Al-Quran di Indonesia setiap tahunnya mencapai 2 juta eksemplar per tahun. Berdasarkan data dari Kementerian Agama yang melakukan pengadaan Al-Quran, kuota tersebut hanya mampu terpenuhi sebanyak 50 hingga 60 ribu Al-Quran per tahun. Ia pun menyambut baik kerjasama ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada APP dan seluruh pihak yang mendukung terlaksananya program ini. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini mampu menutupi kekurangan kebutuhan umat Islam terhadap kitab suci,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta.
Suhendra mengatakan selain besarnya kebutuhan, yang tidak kalah pentingnya adalah segi pengamanan, penerbitan
dan percetakan Al-Quran yang memerlukan adanya perhatian khusus dari otoritas yang berwenang. Karena fungsi Al-Quran sebagai kitab suci yang dijunjung tinggi oleh umat Islam tidak mungkin disamakan dengan barang-barang cetakan biasa.
“APP bekerja sama dengan PBNU dan PT Hati Emas mencoba menerbitkan Al-Quran untuk menjawab kebutuhan umat muslim untuk Al-Quran yang berkualitas,” ujar Suhendra
Ia menambahkan spesifikasi kertas yang digunakan untuk pencetakan kitab suci ini memperoleh sertifikasi halal dari MUI. Karena diproses dengan mengedepankan kehalalan baik dari bahan baku, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusinya. Bahkan, pada penggunaan normal, kertas yang digunakan itu dapat bertahan hingga 100 tahun.
Dalam acara itu dihadiri juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (Adi)