155 TKI perawat program penempatan antarpemerintah (Government to Government/G to G) akan diberangkatkan menuju Jepang. Mereka akan menjadi tenaga perawat di sejumlah rumah sakit (nurse) serta panti perawatan lanjut usia (careworker) negara Matahari Terbit itu.
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berharap para TKI yang dikirim ke Jepang bisa mengharumkan nama baik bangsa.
"Kami berharap para perawat bisa memberikan pelayanan terbaik berikut solidaritas keperawatan, kerja keras, maupun sikap profesionalisme," kata Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro di Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2013).
Ia menjelaskan para TKI perawat yang dikirimkan itu terdiri 48 nurse dan 107 lainnya merupakan careworker yang akan diberangkatkan ke Jepang pada 25 Juni 2013 mendatang. Ke 155 TKI perawat itu adalah angkatan VI terkait penempatan TKI perawat oleh BNP2TKI mulai 2008 lalu. 1 orang TKI perawat careworker angkatan VI di luar 155 ini, telah diberangkatkan ke Jepang pada 27 Mei 2013. Para TKI perawat itu juga melalui tahapan seleksi.
"Mereka telah mengikuti seleksi ketat administrasi di samping tahapan psikotes oleh BNP2TKI, termasuk melalui program pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan di Tanah Air. Para TKI perawat juga akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Osaka sebagai program lanjutan 6 bulan ke depan," imbuh Agusdin.
Ia menambahkan selama masa pelatihan baik di Indonesia ataupun Jepang, para TKI calon perawat ini berada dalam penampungan asrama. Bahkan, pemerintah Jepang memberi uang saku harian sebesar 10 dolar USD untuk TKI perawat saat memasuki program pelatihan bahasa, di luar jaminan biaya akomodasi.
"Selanjutnya para TKI perawat itu akan bekerja sebagai asisten perawat di rumah sakit dan panti perawatan lansia. Kontrak 3 tahun bagi yang bekerja sebagai nurse, dan 3 tahun untuk careworker," tukas
Untuk kesejahteraan, para TKI perawat itu akan mendapatkan di gaji yang cukup tinggi. Yakni Rp 20 juta per bulan untuk TKI perawat nurse serta Rp 17,5 juta per bulan untuk careworker.
Selain kesejahteraan, lanjut Agusdin, para TKI perawat di Jepang juga memperoleh pengalaman berharga lain, berupa budaya disiplin tinggi yang tumbuh dalam masyarakat Jepang. Dengan demikian, etos dan budaya kerja utamanya meliputi disiplin tinggi itu, akan menjadi pelengkap kualitas para TKI perawat. (Adi)
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) berharap para TKI yang dikirim ke Jepang bisa mengharumkan nama baik bangsa.
"Kami berharap para perawat bisa memberikan pelayanan terbaik berikut solidaritas keperawatan, kerja keras, maupun sikap profesionalisme," kata Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro di Depok, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2013).
Ia menjelaskan para TKI perawat yang dikirimkan itu terdiri 48 nurse dan 107 lainnya merupakan careworker yang akan diberangkatkan ke Jepang pada 25 Juni 2013 mendatang. Ke 155 TKI perawat itu adalah angkatan VI terkait penempatan TKI perawat oleh BNP2TKI mulai 2008 lalu. 1 orang TKI perawat careworker angkatan VI di luar 155 ini, telah diberangkatkan ke Jepang pada 27 Mei 2013. Para TKI perawat itu juga melalui tahapan seleksi.
"Mereka telah mengikuti seleksi ketat administrasi di samping tahapan psikotes oleh BNP2TKI, termasuk melalui program pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan di Tanah Air. Para TKI perawat juga akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Osaka sebagai program lanjutan 6 bulan ke depan," imbuh Agusdin.
Ia menambahkan selama masa pelatihan baik di Indonesia ataupun Jepang, para TKI calon perawat ini berada dalam penampungan asrama. Bahkan, pemerintah Jepang memberi uang saku harian sebesar 10 dolar USD untuk TKI perawat saat memasuki program pelatihan bahasa, di luar jaminan biaya akomodasi.
"Selanjutnya para TKI perawat itu akan bekerja sebagai asisten perawat di rumah sakit dan panti perawatan lansia. Kontrak 3 tahun bagi yang bekerja sebagai nurse, dan 3 tahun untuk careworker," tukas
Untuk kesejahteraan, para TKI perawat itu akan mendapatkan di gaji yang cukup tinggi. Yakni Rp 20 juta per bulan untuk TKI perawat nurse serta Rp 17,5 juta per bulan untuk careworker.
Selain kesejahteraan, lanjut Agusdin, para TKI perawat di Jepang juga memperoleh pengalaman berharga lain, berupa budaya disiplin tinggi yang tumbuh dalam masyarakat Jepang. Dengan demikian, etos dan budaya kerja utamanya meliputi disiplin tinggi itu, akan menjadi pelengkap kualitas para TKI perawat. (Adi)