Bos Palace Pasang Badan untuk Arne Slot yang Lakukan Rotasi Gila di Liverpool: Tidak Sopan!

Oliver Glasner membela Arne Slot usai Liverpool kalah 0-3 dari Crystal Palace di EFL Cup. Ia menilai rotasi besar Slot tetap turunkan skuad kuat.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 30 Oktober 2025, 20:37 WIB
Hasil ini memastikan Palace melaju ke babak perempat final EFL Cup, sedangkan Liverpool tersingkir dan memperpanjang tren negatif mereka di kompetisi domestik. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool kembali menuai sorotan tajam setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari Crystal Palace di Anfield pada ronde keempat EFL Cup 2025/2026. Hasil ini membuat The Reds tersingkir dari ajang yang dulu sering mereka kuasai, sekaligus memperpanjang tren negatif mereka di berbagai kompetisi.

Dalam laga tersebut, manajer Arne Slot melakukan rotasi besar-besaran pada susunan pemainnya. Pelatih asal Belanda itu menurunkan sepuluh pemain baru dibanding laga sebelumnya kontra Brentford, termasuk sejumlah pemain muda seperti Rio Ngumoha, Kieran Morrison, Trey Nyoni, dan Calvin Ramsay.

Keputusan itu langsung menuai kritik tajam dari para suporter Liverpool. Banyak yang menilai Slot terlalu berani bereksperimen di ajang penting, apalagi menghadapi tim yang sedang dalam performa menanjak seperti Crystal Palace.

Namun di balik kritik itu, justru muncul pembelaan dari pihak lawan. Oliver Glasner, manajer Crystal Palace, menolak anggapan bahwa timnya hanya mengalahkan Liverpool “lapis dua”. Menurutnya, rotasi besar yang dilakukan Slot tidak mengurangi kekuatan The Reds.


Glasner Bela Slot, Sebut Liverpool Tidak Lemah

Pelatih Wolfsburg, Oliver Glasner, memberikan arahan kepada pemainnya saat menghadapi Bayer Leverkusen pada laga pekan ke-28 Bundesliga di Stadion Bay Arena, Selasa (26/5/2020) waktu setempat. Wolfsburg menang 4-1 atas Bayer Leverkusen. (AFP/Marius Becker/POOL)

Oliver Glasner menegaskan bahwa kemenangan 3-0 di Anfield bukanlah hasil dari menghadapi tim lemah. Ia merasa tidak pantas jika kemenangan besar Palace dianggap datang karena Liverpool menurunkan skuad pelapis.

Liverpool memang masih menurunkan beberapa pemain senior. Sebut saja Alexis Mac Allister di lini tengah, Federico Chiesa di depan, dan Joe Gomez di lini belakang.

“Kami melihat keputusan Arne Slot dan sungguh tidak menghormati semua pemain mereka untuk mengatakan bahwa mereka adalah tim yang lemah,” tegas Glasner seperti dikutip Daily Star.


Alasan Glasner: Skuad Liverpool Tetap Penuh Kualitas

Jaydee Canvot (Crystal Palace) berebut bola dengan Federico Chiesa (Liverpool) dalam laga putaran keempat Piala Liga Inggris di Anfield, 30 Oktober 2025. (AP Photo/Jon Super)

Pelatih asal Austria itu menyebut bahwa banyak pemain yang diturunkan Slot tetap memiliki kualitas top. Ia mencontohkan beberapa nama senior di Liverpool yang sudah berpengalaman di level tertinggi.

“Saya telah melihat Joe Gomez memenangkan Liga Champions dan Liga Inggris bersama mereka; saya telah melihat Wataru Endo bermain di banyak pertandingan untuk Jepang; saya telah melihat Alexis Mac Allister, ia memenangkan Piala Dunia bersama Argentina,” ujarnya.

“Saya telah melihat Milos Kerkez, yang dibeli dengan harga £40 juta; saya telah melihat Federico Chiesa, yang pernah bermain untuk Italia,” lanjut Glasner.

Dengan komentar tersebut, Glasner menegaskan bahwa rotasi besar bukan alasan bagi siapa pun untuk meremehkan kekuatan Liverpool. "Saya pikir akan tidak sopan jika kita mengatakan itu. Setiap orang yang memakai lencana [Liverpool] ini punya kualitas," pungkasnya.

(Daily Star)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya