Liputan6.com, Bangkok - Thailand meminta wisatawan Israel bersikap sopan dan menghargai budaya setempat selama berkunjung ke negara tersebut. Desakan ini disampaikan setelah pihak kepolisian Thailand bertemu dengan seorang pejabat keamanan senior Israel untuk membahas meningkatnya keluhan publik terkait perilaku turis Israel.
Menurut laporan Bangkok Post, Kepala Polisi Surat Thani Pol Maj Gen Suwat Suksri mengatakan bahwa penasihat senior di Dewan Keamanan Nasional Israel mendukung langkah cepat dan tegas terhadap warga Israel yang melanggar hukum Thailand, termasuk mereka yang menjalankan bisnis ilegal.
Advertisement
"Kami berharap pertemuan ini bisa membantu menyelesaikan masalah perilaku tidak pantas para turis Israel," ujar Suwat seusai pertemuan di Phuket.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat kepolisian dari berbagai provinsi di selatan Thailand. Diskusi dilakukan di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap perilaku turis dan ekspatriat asal Israel di sejumlah destinasi populer seperti Pai, Phuket, Koh Phangan, dan Koh Samui.
Warga setempat serta pelaku usaha telah berulang kali menyampaikan kekesalan atas laporan terkait perilaku tidak sopan dan bisnis ilegal yang dijalankan oleh orang asing.
Beberapa komunitas Chabad — pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi warga Israel, termasuk pasukan cadangan yang baru kembali dari konflik di Gaza — juga telah berdiri di berbagai wilayah, dengan enam di antaranya kini beroperasi di Thailand.
Dalam pertemuan itu, Bitton meminta agar keamanan di lokasi-lokasi tersebut diperketat dan berjanji bekerja sama dengan pihak berwenang Thailand, termasuk dalam hal inspeksi untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Imbauan Kedubes Israel
Sekitar 300.000 wisatawan Israel tercatat datang ke Thailand antara Januari dan September tahun ini, naik 57 persen dari tahun sebelumnya. Menurut The Times of Israel, banyak dari mereka berkunjung untuk beristirahat setelah menjalani dinas militer atau tugas cadangan dalam perang di Gaza.
Arus wisatawan Israel yang kian ramai memang menghidupkan pariwisata Thailand, namun di saat yang sama memunculkan sejumlah gesekan dengan warga lokal.
Pada Mei lalu, sebuah video yang viral menunjukkan seorang perempuan asal Israel menolak melepas sepatunya sebelum masuk ke sebuah restoran di Koh Phangan. Dalam video itu, ia dilaporkan sempat mengatakan kepada staf, "Uang saya yang membangun negara kalian."
Kemudian pada 14 Oktober, empat warga Israel ditangkap di Koh Samui karena diduga mengadakan pesta yang melibatkan narkoba. Pihak berwenang dan pengusaha lokal sudah berulang kali menyampaikan kekhawatiran atas insiden seperti ini dan maraknya bisnis ilegal yang dijalankan oleh warga asing.
Sebagai tanggapan, Kedutaan Besar (Kedubes) Israel di Bangkok pada Sabtu lalu mengeluarkan imbauan melalui Facebook yang meminta warganya untuk menghormati suasana berkabung nasional atas wafatnya Ibu Suri Sirikit, yang meninggal pada Jumat (24/10).
Kedubes juga mengimbau para pengunjung agar tidak mengadakan pesta, memutar musik keras, atau menggelar perayaan publik, serta mengimbau agar pengunjung berpakaian sopan dan menjaga sikap selama masa berkabung 30 hari.