Ikuti Emas, Harga Perak Menguat Usai Keputusan The Fed

Pergerakan harga komoditas termasuk emas dan perak dipengaruhi hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 Oktober 2025, 11:14 WIB
Ilustrasi perak batang. (Photo by Scottsdale Mint on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dan perak kompak menguat pada Rabu, 29 Oktober 2025. Hal ini setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) memangkas suku bunga acuan.

Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD 3.964,39 per ounce, setelah naik 2% pada awal sesi perdagangan. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,4% ke posisi USD 4.000,7 per ounce.

Sementara itu, harga perak di pasar spot bertambah 1,7% menjadi USD 47,82 per ounce. Harga platinum naik 0,6% menjadi USD 1.595,81 dan paladium bertambah 1,9% menjadi USD 1.420,05.

The Fed menurunkan suku bunga acuan semalam ke kisaran target 3,75%–4,00%, yang merupakan kedua kalinya bank sentral AS melonggarkan kebijakannya tahun ini. Demikian mengutip dari CNBC, Kamis, (30/10/2025).

Mengutip laman Kitco, bank sentral mempertahankan pendiriannya ekonomi AS terus berkembang dengan kecepatan moderat dan inflasi tetap tinggi.Namun, bank sentral juga terus menyoroti fokus baru pada pasar tenaga kerja.

"Ketidakpastian tentang prospek ekonomi tetap tinggi. Komite memperhatikan risiko bagi kedua belah pihak dalam mandat gandanya dan menilai bahwa risiko penurunan lapangan kerja meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” kata bank sentral dalam pernyataan kebijakan moneternya, yang relatif tidak berubah dari bulan-bulan sebelumnya.

Emas mengalami sedikit volatilitas dalam reaksi awal terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, harganya tetap stabil tepat di bawah USD 4.000 per ounce.

Pernyataan kebijakan moneter tersebut juga mencatat bahwa bank sentral telah berhenti mengurangi neraca keuangannya. Namun, ketua the Fed Jerome Powell telah mengisyaratkan langkah ini dalam pidatonya beberapa minggu sebelum rapat.

 

 

Sentimen The Fed

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Para analis mencatat susunan pemungutan suara bisa menjadi fitur paling menarik dari rapat kebijakan moneter terbaru. Tidak mengherankan, calon bank sentral pilihan Presiden Donald Trump, Stephen Miran, memilih penurunan suku bunga 50 basis poin yang lebih agresif. Namun, Jeffrey Schmid memilih untuk mempertahankan suku bunga.

Analis Pasar Senior di Pepperstone, Michael Brown mengatakan, secara keseluruhan pernyataan tersebut bernada relatif dovish karena bank sentral tetap berada di jalur yang tepat untuk memangkas suku bunga pada Desember dan hingga paruh pertama tahun 2026.

"Para pembuat kebijakan kembali menggambarkan tingkat pengangguran tetap 'rendah', sementara juga mencatat bahwa inflasi tetap 'agak tinggi'. Namun, dalam perubahan yang lebih dovish, pernyataan tersebut juga mencatat bahwa risiko penurunan lapangan kerja telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” kata dia.

 

The Fed Tak Beri Kejutan

Karyawan melayani calon pembeli emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (14/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia prediksi,  pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps memang akan dilakukan pada pertemuan Desember, dengan pendekatan 'run it hot' The Fed kemungkinan akan mengarah pada pemangkasan lebih lanjut pada beberapa pertemuan pertama tahun depan.

“Tentu saja, langkah kembali ke pendekatan suku bunga dan neraca yang lebih netral ini memperkuat struktur 'Fed put', yang semakin mendorong aset berisiko ke arah kenaikan dengan resistensi paling rendah,” ujar dia.

Kepala Analis di FP Markets, Aaron Hill mengatakan, keputusan The Fed tidak memberikan kejutan bagi pasar.

"The Fed memberikan hasil yang diharapkan, memprioritaskan data penggajian daripada kesempurnaan. Di tengah data yang kurang memadai akibat penutupan pemerintah ini, ini adalah langkah yang mantap untuk mengendalikan situasi," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya