Titik Temu Tercapai, IOC Terima Penjelasan Indonesia Soal Polemik Atlet Israel

IOC dan KOI mencapai titik temu setelah bertemu langsung di Swiss membahas polemik Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

oleh ThomasDiterbitkan 29 Oktober 2025, 15:24 WIB
Presiden KOI Raja Sapta berkunjung ke markas IOC di Swiss membahas polemik atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 (Dok KOI)

Liputan6.com, Jakarta- Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) menemui Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk membahas polemik atlet Israel batal bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Pertemuan berlangsung positif. IOC menerima penjelasan dari KOI sehingga titik temu tercapai.

Seperti diketahui, Indonesia jadi sorotan IOC setelah atlet senam Israel tidak bisa bertanding ke kejuaraan dunia yang berlangsung di Jakarta pada 19-25 Oktober lalu akibat visa ditolak. IOC kemudian bereaksi dengan mengakhiri segala bentuk dialog dengan NOC Indonesia terkait penyelenggaraan Olimpiade edisi mendatang, Youth Olympic Games, ajang olahraga Olympic hingga konferensi IOC apa pun.

IOC juga merekomendasikan agar federasi olahraga mempertimbangkan kembali bila Indonesia mencalonkan diri menjadi tuan rumah event olahraga dunia. IOC turut memanggil KOI untuk bertemu di kantornya di Laussane, Swiss.

Ketua umum Raja Sapta Oktohari didampingi Komite Eksekutif NOC Indonesia Josephine Tampubolon dan Harry Warganegara, serta Sekretaris Jenderal Wijaya Noeradi dan Wakil Sekretaris Jenderal Daniel Loy terbang ke Swiss pada 28 Oktober 2025 untuk memberikan penjelasan lengkap kepada IOC soal polemik atlet Israel.

Dalam dialog tersebut, NOC Indonesia menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia, termasuk kebijakan pemerintah, kondisi sosial, serta langkah-langkah untuk menjamin keamanan dan kelancaran penyelenggaraan kejuaraan dunia tersebut.

Penjelasan yang disampaikan Okto dan kawan-kawan tersebut diterima dengan baik oleh IOC, dan menghasilkan titik temu positif yang membuka kembali ruang komunikasi dan kerja sama antara kedua pihak.

“Diplomasi yang kami lakukan bersama IOC berjalan sangat baik dan hasilnya positif. Kami memberikan pemahaman menyeluruh mengenai situasi yang ada, baik di cabang olahraga gimnastik maupun di Indonesia secara umum. Dari pertemuan ini, kami mendapatkan angin segar dan titik temu positif untuk melanjutkan dialog secara konstruktif,” ujar Okto.


Komunikasi Jadi Kunci Keberhasilan

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari (tengah) dan Ketua Umum Gimnastik Indonesia, Ita Yuliati (kiri). (Dok. JAGOC)

Okto mengungkapkan bila komunikasi dan transparansi menjadi kunci keberhasilan pertemuan tersebut. Ini juga menandai langkah awal dalam proses menuju solusi bersama.

“Intinya, kami berhasil memperbaiki jalur komunikasi dengan IOC. Mereka memahami posisi Indonesia, dan kami juga memahami tanggung jawab IOC dalam menjaga prinsip non-diskriminasi. Sekarang fokusnya bukan lagi pada masalah yang terjadi kemarin, tetapi bagaimana kita melangkah ke depan, hari ini dan besok, untuk membangun solusi bersama,” lanjut Okto.

Lanjut Baca:

Okto menambahkan bahwa sikap pemerintah Indonesia juga mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan perdamaian dunia. “Perlu digarisbawahi juga, bahwa sikap pemerintah Indonesia itu menjadi cerminan dari sikap bangsa Indonesia. Kita tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kita mendukung dan menjunjung tinggi Olympic Charter, tapi juga ingin dan akan selalu menyuarakan perdamaian dunia. Komunikasi dan transparansi akan selalu menjadi kunci keberhasilan. Karena ini belum selesai, ini masih proses menuju keberhasilan,” tegas Okto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya