Liputan6.com, Jakarta Penembak pengacara WA (34) ditangkap. Pelaku HD (37) tak berkutik saat tubuhnya digeledah.
Detik-detik penangkapan itu diabadikan lewat kamera ponsel. Dari video yang diterima, HD menggenakan mengenakan jaket merah tersungkur bersama motornya setelah dikepung anggota Jatanras.
Advertisement
Dari balik celana pendeknya, polisi menemukan sepucuk pistol yang diduga digunakan untuk menembak korban.
“Mana senjatanya?” tanya salah satu anggota.
“Ini senjatanya!" kata polisi lain sambil mengangkat.
Kepada polisi, HD berdalih pistol itu bukan miliknya.
"Dari tim,” ujar HD.
"Dari tim mu?" tanya polisi lagi.
"Iya," sahut HD.
Tak lama setelah itu, HD kemudian digiring masuk ke dalam mobil Jatanras untuk dibawa ke Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lebih lanjut.
Motif Penembakan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi membenarkan penangkapan HD (37).
"Benar sudah ditangkap oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata dia dalam keterangannya, Rabu (29/10/2025).
Dari hasil penyelidikan, motif penembakan diduga karena rasa kesal. Korban bersama kelompoknya saat itu memaksa masuk serta merusak gerbang lahan yang dijaga kelompok pelaku.
"Pelaku merasa kesal karena korban dan rekan-rekannya memaksa masuk dan merusak gerbang di lokasi yang dijaga oleh kelompok pelaku. Dan korban mengintimidasi kelompok pelaku untuk seharusnya berkordinasi dengan kelompok korban sebelum jaga di lokasi tersebut," ucap dia.
Duduk Perkara
Hasil integorasi awal, kasus ini berkaitan dengan dua kelompok yang berselisih bentrok gegara sengketa tanah di sebuah lahan kosong kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi sudah mengamankan dan memeriksa 40 orang saksi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) pun dilakukan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mendapati pemicunya konflik antara dua kelompok yang memperebutkan lahan sengketa di sekitar Jalan KH Mas Mansyur, tak jauh dari Gedung Greenwood. Dari lokasi, petugas juga menyita 20 senjata tajam, tiga alat pukul, dan satu senapan angin yang diduga digunakan saat bentrokan.