ASEAN dan China Pertegas Komitmen Kerja Sama Ekonomi Melalui ACFTA 3.0 Upgrade

Indonesia dinilai mendapatkan peluang strategis dengan penandatanganan ASEAN-Chine Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Oktober 2025, 19:45 WIB
Penandatanganan ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade di KLCC (Kuala Lumpur Convention Centre), Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - ASEAN dan China memasuki babak baru dalam kerja sama perdagangan. Hal ini seiring kegiatan penandatanganan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Penandatanganan ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade di KLCC (Kuala Lumpur Convention Centre), Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari terakhir pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47, Selasa (28/10/2025).

Acara Signing of the ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol ini menandai babak baru kemitraan ekonomi yang lebih inklusif dan komprehensif antara ASEAN dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Republik Rakyat China (RRC).

RRT merupakan mitra dagang terbesar bagi ASEAN selama 16 tahun terakhir, sekaligus mitra dagang utama bagi Indonesia. Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia–RRT mencapai USD 136,59 miliar atau Rp 2.268 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.608), dengan realisasi investasi RRT di Indonesia sebesar USD 8,1 miliar atau Rp 134,5 triliun, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya.

ACFTA 3.0 merupakan pembaruan dari perjanjian ACFTA yang telah berlaku sejak 2010 dan bertujuan untuk memperluas kerja sama perdagangan. ACFTA 3.0 Upgrade menjadi langkah penting untuk memastikan kerja sama ASEAN dengan RRT tetap relevan dengan dinamika ekonomi global, serta memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku usaha di kawasan.

Bagi Indonesia, ini merupakan peluang strategis untuk memperkuat daya saing ke salah satu perekonomian terbesar di dunia.

 

Perjanjian Perdagangan

Penandatanganan ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade di KLCC (Kuala Lumpur Convention Centre), Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: ekon.go.id)

ACFTA 3.0 menjadi salah satu hasil utama (major outcomes) dari pelaksanaan KTT ASEAN ke-47 yang diketuai Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut sebagai "prestasi spektakuler".

ACFTA merupakan perjanjian perdagangan pertama yang dicapai ASEAN dengan negara di luar blok negara-negara Asia Tenggara ini. Data Tiongkok menunjukkan perdagangan ASEAN-Tiongkok mencapai 5,57 triliun yuan (sekitar USD 785 miliar) pada Januari-September 2025 atau meningkat 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui beberapa pengembangan kerja sama yang mencakup berbagai isu strategis dan terkini yakni ekonomi digital, ekonomi hijau, konektivitas rantai pasok, pengembangan UMKM, perlindungan konsumen dan persaingan usaha, ACFTA 3.0 Upgrade diharapkan dapat semakin memperkuat tren positif perdagangan ASEAN dan RRT.

 

Komitmen Kerja Sama ASEAN-China

Hal ini sekaligus mendorong diversifikasi ekspor, peningkatan nilai tambah industri, dan investasi yang lebih berkelanjutan.

Komitmen kerja sama ASEAN dengan RRT juga ditunjukkan dengan pelaksanaan KTT ASEAN–RRT ke-28 yang dihadiri oleh Perdana Menteri RRT Li Qiang.

KTT kali ini menunjukkan semangat kolaborasi untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin lebih dari dua dekade dalam menghadapi berbagai isu-isu strategis di tingkat global.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia akan memulai proses ratifikasi dan penyelarasan kebijakan domestik, serta berkoordinasi dengan Kementerian/ Lembaga dan Dunia usaha untuk memastikan manfaat optimal dari implementasi ACFTA 3.0 Upgrade.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya