10 Orangutan dilepasliarkan di Desa Tanjung Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Mereka pun hidup di alam bebas.
Langkah ini merupakan bagian dari program kemitraan antar-lembaga (public private partnership) yakni Friends of the Orangutans. Pelepasliaran dilakukan pada Jumat 21 Juni kemarin.
Dilakukan juga peresmian camp release yang dinamakan Kamp Seluang Mas di Kecamatan Hanau oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Berbentuk komplek yang terdiri atas 3 bangunan, berupa kantor, asrama, serta fasilitas pendukung lainnya yang menjadi pusat pengelolaan kegiatan pelepasliaran orangutan.
Kamp ini digunakan Orangutan Foundation International (OFI) untuk melakukan pengawasan dan evaluasi pra dan pasca pelepasliaran orangutan.
"Berbeda dengan satwa lain, pelepasliaran orangutan sangat spesifik, karena membutuhkan proses reintroduksi yang cukup lama dan terencana," kata Zulkifli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Pemerintah, lanjut dia, merencanakan dapat melepasliarkan cukup banyak orangutan hingga batas akhir tahun 2015. Sehingga mendorong kemitraan antarlembaga untuk turut mendukung upaya konservasi orangutan.
Melalui Friends of The Orangutan, Kemenhut beserta OFI dan Yayasan Orangutan Internasional Kalimantan (YOIK) mendapat dukungan dari Sinar Mas melalui pilar usahanya, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMART) dan Asia Pulp & Paper (APP) dalam pelepasliaran orangutan.
Program Friends of the Orangutans yang dimulai tahun 2011 dimaksudkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pelestarian orangutan yang digariskan melalui Peraturan Menteri Kehutanan No P.53/Menhut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017.
Hal ini meliputi kegiatan pelepasliaran 40 orangutan ke habitat aslinya, pembangunan Kamp Seluang Mas, berikut dukungan bagi perawatan 330 orangutan lainnya yang berada di Care Center OFI. (Sss)
Langkah ini merupakan bagian dari program kemitraan antar-lembaga (public private partnership) yakni Friends of the Orangutans. Pelepasliaran dilakukan pada Jumat 21 Juni kemarin.
Dilakukan juga peresmian camp release yang dinamakan Kamp Seluang Mas di Kecamatan Hanau oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Berbentuk komplek yang terdiri atas 3 bangunan, berupa kantor, asrama, serta fasilitas pendukung lainnya yang menjadi pusat pengelolaan kegiatan pelepasliaran orangutan.
Kamp ini digunakan Orangutan Foundation International (OFI) untuk melakukan pengawasan dan evaluasi pra dan pasca pelepasliaran orangutan.
"Berbeda dengan satwa lain, pelepasliaran orangutan sangat spesifik, karena membutuhkan proses reintroduksi yang cukup lama dan terencana," kata Zulkifli dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Pemerintah, lanjut dia, merencanakan dapat melepasliarkan cukup banyak orangutan hingga batas akhir tahun 2015. Sehingga mendorong kemitraan antarlembaga untuk turut mendukung upaya konservasi orangutan.
Melalui Friends of The Orangutan, Kemenhut beserta OFI dan Yayasan Orangutan Internasional Kalimantan (YOIK) mendapat dukungan dari Sinar Mas melalui pilar usahanya, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMART) dan Asia Pulp & Paper (APP) dalam pelepasliaran orangutan.
Program Friends of the Orangutans yang dimulai tahun 2011 dimaksudkan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pelestarian orangutan yang digariskan melalui Peraturan Menteri Kehutanan No P.53/Menhut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017.
Hal ini meliputi kegiatan pelepasliaran 40 orangutan ke habitat aslinya, pembangunan Kamp Seluang Mas, berikut dukungan bagi perawatan 330 orangutan lainnya yang berada di Care Center OFI. (Sss)