BSDE Kantongi Prapenjualan Rp 7,1 Triliun hingga September 2025

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat segmen residensial dan komersial menjadi kontributor terbesar prapenjualan.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 28 Oktober 2025, 15:54 WIB
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (Foto: laman PT Bumi Serpong Damai Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) selaku bagian dari kelompok usaha Sinar Mas Land, mencatatkan kinerja prapenjualan sebesar Rp 7,10 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Angka tersebut setara dengan 71 persen dari target tahunan sebesar Rp 10 triliun.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyampaikan, pencapaian hingga kuartal III 2025 tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6,84 triliun. 

"Hal ini mencerminkan adanya permintaan yang tetap terjaga di pasar properti," ujar Hermawan dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Selasa (28/10/2025).

Adapun segmen residensial dan komersial masih menjadi kontributor terbesar terhadap total prapenjualan Bumi Serpong Damai. 

Segmen residensial membukukan prapenjualan sebesar Rp 3,14 triliun atau 44 persen dari total prapenjualan. Pencapaian ini ditopang oleh proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna dan Terravia di BSD City, serta Kaia Yara, Klasika Vicente dan proyek baru Altara di Grand Wisata Bekasi dan Richmond dan Averon di Kota Wisata Cibubur.

Sementara segmen komersial mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 3,33 triliun atau 47 persen dari total prapenjualan. Mencakup penjualan ruko senilai Rp 1,88 triliun, kavling komersial Rp 1,08 triliun dan unit apartemen Rp 372 miliar.

Faktor Pendorong

Kinerja ruko didukung oleh peluncuran beberapa proyek baru seperti Nava Park Business Suites, Xlane Community Complex, The Exquis Lifestyle Park BSD dan Asterra Business Park. 

Untuk segmen apartemen, penjualan didorong oleh The Elements, Southgate dan Aerium di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.

Berdasarkan lokasi proyek, BSD City tetap menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sekitar 64 persen terhadap total prapenjualan hingga September 2025. Termasuk Nava Park (12 persen) dan Hiera (5 persen).

Di sisi lain, proyek di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur dan Grand City Balikpapan masing-masing menyumbang 10 persen, 4 persen, dan 4 persen.

 

Manfaatkan Stimulus Pemerintah

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) (Foto: Laman Bumi Serpong Damai)

Memasuki kuartal terakhir 2025, BSDE akan melanjutkan strategi penjualan dengan mengoptimalkan jaringan pemasaran yang ada. Sekaligus memanfaatkan kebijakan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) yang masih berlaku hingga akhir 2026.

Dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter pemerintah, termasuk penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pelonggaran likuiditas, menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor properti di paruh kedua tahun ini.

"Kami mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor properti. Kebijakan tersebut membuat pembiayaan KPR menjadi lebih terjangkau dan meningkatkan minat beli, terutama produk hunian siap huni," tutur Hermawan. 

 

Wakil Presiden Direktur Bumi Serpong Damai Beli 3,29 Juta Saham BSDE

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, pemegang saham sekaligus Wakil Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Michael JP. Widjaja membeli saham BSDE pada 19 Agustus 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (26/8/2025), Michael Widjaja membeli 3.292.400 saham BSDE pada 19 Agustus 2025, dengan rata-rata harga Rp 911,19 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham BSDE itu sekitar Rp 3 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” tulis Wakil Direktur Utama Bumi Serpong Damai Michael J.P Widjaja.

Sebelum transaksi, Michael genggam 9.830.700 atau 0,04% saham BSDE. Setelah transaksi ia memiliki 13.123.100 saham BSDE atau setara 13,12 juta saham 0,6%.

 

Kinerja Prapenjualan 2024

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 9,72 triliun pada 2024. Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp 9,50 triliun, sekaligus mencerminkan pertumbuhan sebesar 2% dibandingkan dengan realisasi prapenjualan 2023 sebesar Rp 9,50 triliun.

"Kami bangga dengan pencapaian ini yang menunjukkan daya tarik kuat dari portofolio produk properti kami. Pencapaian ini menjadi dorongan positif menuju tahun 2025. Kami optimis terhadap prospek industri properti, terutama dengan kebijakan terkini pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia yang kami yakini masih dapat memberikan stimulus tambahan bagi permintaan konsumen," kata Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya dalam keterbukaan informasi Bursa, Kamis (6/2/2025).

Sepanjang 2024, pengelola kota mandiri terbesar di Indonesia tersebut mengukuhkan sebagai salah-satu pengembang properti terkemuka, khususnya segmen residensial.

Dari total prapenjualan 2024, segmen residensial memberikan kontribusi terbesar sebesar Rp5,40 triliun atau 56% dari total prapenjualan. Kontribusi tersebut berasal dari proyek Nava Park, Tresor, The Zora, Hiera, Tanakayu dan Terravia yang berlokasi di BSD City.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya