Liputan6.com, Vilnius - Perdana menteri (PM) Lithuania telah memberi izin untuk menembak jatuh balon-balon penyelundup yang melintasi perbatasan dari sekutu Rusia, Belarus.
Balon-balon yang membawa rokok selundupan itu telah berulang kali menembus wilayah udara Lithuania, memaksa negara anggota NATO dan Uni Eropa tersebut menutup Bandara Vilnius sebanyak empat kali dalam sepekan terakhir, serta menutup sementara beberapa pos perbatasannya dengan Belarus.
Advertisement
"Hari ini kami memutuskan untuk mengambil langkah paling tegas—tidak ada pilihan lain," kata Inga Ruginiene pada hari Senin (27/10/2025), seperti dilansir The Guardian.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk menerapkan Pasal 4 Perjanjian NATO guna meminta diadakannya konsultasi keamanan dengan negara-negara anggota lainnya.
Pihak Vilnius menegaskan bahwa balon-balon itu dikirim oleh kelompok penyelundup, namun menyalahkan Presiden Belarus Alexander Lukashenko—sekutu dekat Vladimir Putin—karena tidak menghentikan aktivitas tersebut.
Dalam konferensi persnya, Ruginiene menyebut insiden itu sebagai serangan hibrida dan mengumumkan penutupan perbatasan Lithuania dengan Belarus bagi seluruh perjalanan, kecuali bagi para diplomat dan warga Uni Eropa yang hendak meninggalkan Belarusi.
Gangguan terhadap penerbangan di bandara utama Lithuania kembali terjadi pada Jumat dan Sabtu malam akibat dugaan penampakan balon penyelundup rokok. Insiden tersebut menyebabkan puluhan penerbangan dibatalkan atau dialihkan. Kejadian ini menambah deretan gangguan serupa, termasuk pada Rabu pagi dan beberapa kesempatan lain, yang sempat memaksa penutupan dua pos perbatasan Lithuania dengan Belarus—di Medininkai dan Salcininkai—selama beberapa jam.
Selain menghadapi masalah di perbatasan, Lithuania—yang berbatasan dengan eksklaf Rusia di Kaliningrad serta Belarus—juga memprotes pelanggaran wilayah udaranya oleh dua pesawat Rusia pada Kamis (23/10).
Menurut Kementerian Pertahanan Lithuania, sebuah jet tempur Sukhoi SU-30 dan pesawat pengisian bahan bakar udara IL-78 dari Kaliningrad memasuki wilayah udara Lithuania sejauh sekitar 700 meter selama 18 detik, kemungkinan besar ketika melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara.
Kementerian Luar Negeri Lithuania kemudian memanggil kuasa usaha Rusia dan menyampaikan protes keras, menuntut Moskow segera memberikan penjelasan dan memastikan agar pelanggaran serupa tidak terulang.
Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah tuduhan tersebut.
"Penerbangan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan aturan penggunaan wilayah udara di atas wilayah Rusia. Pesawat-pesawat itu tidak melanggar perbatasan negara lain," tegas mereka.
Provokasi terhadap NATO?
Tiga negara Baltik—Lithuania, Latvia, dan Estonia—yang merupakan anggota NATO serta pendukung kuat Ukraina, telah berulang kali mengaku mengalami pelanggaran wilayah oleh pesawat atau drone Rusia. Pada bulan September, tiga jet tempur MiG-31 Rusia sempat memasuki wilayah udara Estonia selama 12 menit.
Dalam beberapa pekan terakhir, penerbangan di Eropa juga kerap terganggu akibat kemunculan drone dan pelanggaran udara lainnya, termasuk di bandara Kopenhagen, Munich, dan kawasan Baltik. Rusia sendiri telah menolak tudingan bahwa pihaknya terlibat.
Menteri Luar Negeri Lithuania Kestutis Budrys menegaskan pada Senin bahwa pelanggaran wilayah udara yang terjadi belakangan ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian terpisah.
"Semua ini merupakan provokasi yang dirancang untuk mengacaukan, mengalihkan perhatian, dan menguji keteguhan NATO," ujarnya.