Dapur MBG di Banyuwangi Ditutup Imbas Kasus Dugaan Keracunan di MAN 1: Banyak yang Tak Sesuai Standar

Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepiting di Banyuwangi setelah terjadi kasus keracunan massal yang menimpa 112 siswa MAN 1 Banyuwangi usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 28 Oktober 2025, 10:35 WIB
SPPG Tukang Kayu Tutup tidak ada aktifitas pasca keracunan MBG MAN 1 Banyuwangi. (Foto: istimewa).

Liputan6.com, Jawa Timur Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara dapur Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di jalan Kepiting, Banyuwangi, Jawa Timur, sejak Sabtu 25 Oktober 2025.

Hal ini menyusul kasus dugaan keracunan yang dialami 112 siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi usai menyantap MBG berupa ayam bumbu merah.

“Langsung dihentikan. Setelah ada informasi terjadi keracunan ini, kita lakukan investigasi, rectal swab dan segera kita feedback-kan hingga penghentian operasi sementara,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, Selasa (28/10/2025).

Setelah dilakukan pemeriksaan di SPPG Kelurahan Kepiting, menurut dia, Dinkes Banyuwangi menemukan beberapa hal yang tidak sesuai standar dan perlu adanya perbaikan. Diantaranya seperti lubang pada pintu masuk vektor gudang penyimpanan.

Tak hanya itu, masih kata Amir, berbagai temuan lain seluruhnya telah disampaikan ke BGN sebelum memutuskan penghentian sementara SPPG Kepiting. 

“Penutupan tersebut bersifat sementara hingga SPPG melakukan perbaikan dan dinyatakan memenuhi syarat untuk beroperasi kembali,” cetusnya.

112 Siswa Keracunan

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 112 Siswa MAN 1 Banyuwangi keracunan MBG yang didistribusikan oleh SPPG Kepiting. Para siswa mengalami gejala seperti mual, demam, hingga diare. 

Berdasarkan hasil sementara yang telah ditemukan oleh Labkesda Banyuwangi, menu ayam bumbu merah tumbuh bakteri Streptococcus Porcinus. Bakteri yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, diare, muntah, demam, dan dehidrasi.

Sedangkan untuk menu makanan lain yakni tumis sawi putih dan wortel ditemukan tumbuh bakteri Klebsiella oxytoca. Bakteri ini diketahui bisa menyebabkan gejala gastrointestinal atau diare dan kram perut. 

Untuk diketahui, saat peristiwa keracunan di MAN 1 Banyuwangi, SPPG Kepiting masih dalam proses mendapatkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Artinya selama 33 hari melayani MAN 1 Banyuwangi SPPG tersebut belum mendapat SLHS.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya