Kalbe Farma Catatkan Laba Bersih Rp 2,6 Triliun hingga September 2025

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat pertumbuhan laba bersih 10,6% pada sembilan bulan pertama 2025, didukung oleh kenaikan penjualan bersih 7,2% dan perbaikan margin laba kotor.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 28 Oktober 2025, 12:45 WIB
Ilustrasi Gedung Kalbe Farma (Foto: PT Kalbe Farma Tbk/KLBF)

Liputan6.com, Jakarta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2025 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,6% secara tahunan menjadi Rp 2,6 triliun.

Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2% year-on-year (YoY) menjadi Rp 26 triliun, seiring perbaikan margin laba kotor dan efisiensi biaya operasional.

Dalam laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit per 30 September 2025, perseroan menilai peningkatan kinerja terutama datang dari segmen Obat Resep, Produk Kesehatan, serta Distribusi dan Logistik, yang menunjukkan pertumbuhan volume penjualan. Margin laba kotor Kalbe juga meningkat menjadi 40,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat bauran produk dan stabilnya harga bahan baku.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, mengatakan perusahaan berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak.

“Di tengah gejolak eksternal, kami mempertahankan kinerja positif di periode sembilan bulan pertama tahun 2025, dengan pertumbuhan volume permintaan yang dibarengi perbaikan margin. Berbagai inisiatif strategis seperti ekosistem onkologi, pengembangan obat biologis dan alat kesehatan berjalan sesuai rencana dan kami melanjutkan rejuvenasi brand pada kategori produk konsumer agar tetap relevan dengan tren konsumen saat ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/10/2025).

Irawati menuturkan, walaupun menghadapi ketidakpastian dari kondisi finansial dan geopolitik global, Perseroan percaya mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industri kesehatan Indonesia untuk memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia.

Kalbe juga menegaskan komitmen untuk memperkuat Total Shareholder Return (TSR) dengan menaikkan rasio pembayaran dividen menjadi 50–60% dari laba bersih. Perseroan juga melanjutkan program pembelian kembali saham senilai Rp 250 miliar setelah sebelumnya merealisasikan Rp1,25 triliun dari program sebelumnya.

 

Pertumbuhan di Seluruh Segmen Bisnis

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (Foto: Liputan6.com/Elga N)

Divisi Obat Resep mencatat kenaikan penjualan 11,0% YoY, didorong oleh pertumbuhan produk specialty dan obat generik untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kalbe akan memperkuat posisi di pasar farmasi melalui inovasi obat biologis, ekosistem onkologi, terapi sel, dan vaksin, serta memperluas penetrasi obat specialty ke Asia Tenggara.

Kemudian divisi Produk Kesehatan meningkat 9,4% YoY dengan pertumbuhan merata di berbagai kategori. Perseroan melanjutkan rejuvenasi merek dan pengembangan produk preventif jangka panjang.

Adapun, divisi Nutrisi justru turun 2,1% YoY akibat lemahnya daya beli di kategori susu bubuk. Kalbe fokus pada produk gaya hidup sehat dan terjangkau, serta memperkuat branding untuk menjaga persepsi pasar.

Selain itu, divisi Distribusi dan Logistik tumbuh 10,3% YoY seiring peningkatan produk prinsipal eksternal dan penguatan produksi alat kesehatan lokal sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan.

 

Strategi dan Prospek 2025

Menghadapi risiko geopolitik dan fluktuasi ekonomi global, Kalbe menegaskan fokus pada efisiensi bisnis melalui digitalisasi, pengelolaan rantai pasok, serta efektivitas pemasaran. Perseroan juga berhati-hati dalam penggunaan mata uang asing untuk impor bahan baku.

Kalbe tetap optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan dan laba bersih tahun 2025 di kisaran 6–8%. Dengan arus kas yang sehat, Kalbe menyeimbangkan strategi pertumbuhan jangka panjang dengan kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya