Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa tragis terjadi di kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Minggu siang 26 Oktober 2025. Pohon palem tumbang tepatnya di Jalan Metro Pondok Indah Raya Nomor 17, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel.
Insiden ini menewaskan pengemudi mobil Lexus yang rupanya diketahui merupakan mantan Direktur PT Danareksa (Persero) Harry Nugroho Prasetyo Danardojo.
Advertisement
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kalusdatin) Kebencanaan BPBD Jakarta Mohamad Yohan menyampaikan, peristiwa itu terjadi Minggu siang 26 Oktober 2025 sekitar pukul 13.59 WIB.
"Dugaan penyebab pohon tumbang hujan intensitas tinggi dan angin kencang," tutur Yohan saat dikonfirmasi wartawan.
Yohan merinci, objek terdampak cuaca hujan lebat disertai angin kencang itu yaitu pohon tumbang dan sebuah mobil Lexus.
Hal senada juga disampaikan Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Harnas Prihandito. Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pukul 13.59 WIB, Minggu 26 Oktober 2025. Saat kejadian, hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Jakarta Selatan (Jaksel).
Korban sedang berkendara mengarah ke selatan. Tiba-tiba, pohon palem ambruk sampai menimpa bagian atap hingga kap depan mobilnya.
"Intinya korban melintas normal mengarah ke arah selatan, yasudah pada saat itu ya tiba-tiba tumbang nimpa mobil itu," kata Harnas saat dihubungi, Senin (27/10/2025).
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut telah menginstruksikan pemasangan penyangga pada sekitar 5.000 pohon yang dinilai rentan tumbang di berbagai titik kota.
Berikut sederet fakta terkait insiden pohon tumbang di Pondok Indah, Jaksel hingga menewaskan pengemudinya yang rupanya adalah eks Direktur Danareksa Harry Nugroho Prasetyo Danardojo dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Tewaskan Pengemudi Mobil
Peristiwa pohon tumbang menimpa sebuah mobil terjadi di Jalan Metro Pondok Indah Raya Nomor 17, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Pengguna kendaraan yang berada di dalamnya menjadi korban meninggal dunia.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kalusdatin) Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan menyampaikan, peristiwa itu terjadi Minggu siang 26 Oktober 2025, sekitar pukul 13.59 WIB.
"Dugaan penyebab pohon tumbang hujan intensitas tinggi dan angin kencang,” tutur Yohan saat dikonfirmasi wartawan.
Yohan merinci, objek terdampak cuaca hujan lebat disertai angin kencang itu yaitu pohon tumbang dan sebuah mobil Lexus.
"Selesai ditangani oleh Disgulkarmat, P2B BPBD, Distamhut, PPSU, Satpol PP, Koramil dan Polsek," ucap dia.
Lebih lanjut, terkait estimasi kerugian sendiri masih dalam pendataan. Petugas berhasil melakukan evakuasi dan pembersihan pohon tumbang sekitar pukul 15.22 WIB.
"Satu korban meninggal dunia, laki-laki usia kurang lebih 50 tahun," Yohan menandaskan.
2. Kronologi Pohon Palem Tumbang di Pondok Indah
Sebuah pohon palem tumbang hingga menimpa mobil Lexus di kawasan Jalan Metro Pondok Indah Raya Nomor 17, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Minggu 26 Oktober 2025.
Pengemudi mobil yang merupakan mantan Direktur PT Danareksa (Persero) Harry Nugroho Prasetyo Danardojo meninggal dunia.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Harnas Prihandito menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pukul 13.59 WIB, Minggu 26 Oktober 2025. Saat kejadian, hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Jakarta Selatan (Jaksel).
Korban sedang berkendara mengarah ke selatan. Tiba-tiba, pohon palem ambruk sampai menimpa bagian atap hingga kap depan mobilnya.
"Intinya korban melintas normal mengarah ke arah selatan, yasudah pada saat itu ya tiba-tiba tumbang nimpa mobil itu," kata Harnas saat dihubungi, Senin (27/10/2025).
Menurut Harnas, bagian mobil hancur dan penyok parah.
"Dibagian kap Hancur penyek, parah sampai kursi dalam juga bengkok ke bawah. Kap kena. Rata sepintu," ucap dia.
Sementara itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala sebelah kanan. Akibat insiden itu, korban menghembuskan nafas di lokasi kejadian.
"Korban meninggal dunia," terang Harnas.
Terkait kejadian ini, pihak kepolisian langsung datang ke lokasi segera mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Sedangkan, mobil korban dibawa ke samping pos polisi Pondok Indah.
Menurut Harnas, keluarga korban telah datang ke rumah sakit dan menolak dilakukan otopsi. Dia menegaskan, kejadian ini murni musibah alam akibat cuaca ekstrem. Tidak ada kendaraan lain yang jadi korban.
"Keluarga Korban sudah datang gak mau otopsi sudah menerima dan tidak mau memperpanjang," tandas Harnas.
3. Kesaksian Warga saat Pohon Palem Tumbang
Harry Nugroho Prasetyo Danardojo (50), mantan Direktur PT Danareksa (Persero) tewas seketika setelah mobil Lexus-nya berpelat B 1732 SJV ditimpa pohon palem tumbang.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Metro Pondok Indah Raya, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu 26 Oktober 2025.
Sebelum peristiwa itu terjadi, mobol hitam dikemudikan Harry melintas pelan di jalur kiri. Tiba-tiba, bruukk, pohon palem tumbang tepat saat mobilnya sedang melintas. Harry mengalami luka di kepala.
Kasubdit Penmas Polda Metro, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan, satu orang telah dimintai keterangan terkait peristiwa itu. Yakni, pengemudi ojol bernama Farhat yang melihat detik-detik insiden terjadi.
Farhat tengah mengantar pesanan makanan ke Jalan H. Saikin saat itu. Dia hanya berjarak beberapa meter di belakang mobil korban.
"Saksi melihat pohon palem yang berada di marka pembatas jalan tiba-tiba tumbang menimpa sebuah mobil Lexus Nopol B 1732 SJV warna hitam," kata Reonald dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).
Batang palem menindih mobil hingga rusak parah. Melihat insiden itu, warga di sekitar lokasi bahu-membahu mengevakuasi pengemudi kendaraan untuk dibawa ke Rumah Pondok Indah.
"Korban meninggal dunia akibat luka di kepala bagian kanan atas," ucap dia.
4. Polisi Tak Lakukan Penyelidikan
Mantan Direktur PT Danareksa (Persero) Harry Nugroho Prasetyo Danardojo, tewas tertimpa pohon palem Jalan Metro Pondok Indah Raya, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat itu, korban tengah melintas mengendarai mobil Lexusnya di lokasi kejadian.
Polisi menyatakan kasus tersebut tidak dilanjutkan penyelidikan. Termasuk melakukan autopsi terhadap jasad korban. Sebab, keluarga menerima kematiannya sebagai sebuah musibah.
"Keluarga korban tidak mau autopsi sudah menerima insiden ini," kata Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito kepada wartawan, Senin (27/10/2025).
Peristiwa itu terjadi tengah hujan deras disertai angin kencang. Saat itu, Harry mengendarai mobil Lexus seorang diri ke arah selatan. Dia saat itu melaju di jalur kiri. Tiba-tiba sebuah pohon palem tumbang hingga membuat mobil rusak parah.
Inisiden itu menewaskan pengemudi mobil yang merupakan mantan Direktur perusahaan sekuritas milik BUMN tersebut. "Korban meninggal dunia dengan luka di bagian kepala," ucap dia.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Pondok Indah. Terkait kejadian ini, keluarga menerima kejadian itu sebagai sebuah musibah.
"Di bagian kap hancur, parah sampai kursi dalam juga bengkok ke bawah. Kap kena. Rata sepintu. Sekarang mobil diamankan samping pospol Pondok Indah," ucap dia.
"Keluarga gak mau diperpanjang. Ini murni kejadian alam atau musibah," ucap dia.
Harnas menegaskan, tidak ada mobil lain yang tertimpa pohon tersebut selain mobil yang dikemudian oleh Harry Nugroho Prasetyo Danardojo.
"Korban pemilik mobil bukan sopir. KTP nya atas namanya Harry Nugroho Prasetyo Danardojo. Cuma satu mobil saja," ujar dia.
5. Polisi Sarankan Tanam Pohon yang Ringan Saja
Polisi minta PT. Metropolitan Kentjana selaku pihak developer untuk memperhatikan pohon-pohon yang tumbuh di Jalan Metro Pondok Indah Raya, Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Imbauan itu disampaikan setelah insiden pohon tumbang yang menimpa mobil Lexus hingga menewaskan pengemudinya yakni eks Direktur PT Danareksa, Harry Nugroho Prasetyo Danardojo, pada Minggu 26 Oktober 2025.
Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Harnas Prihandito mengaku telah berkoordinasi dengan PT. Metropolitan Kentjana. Dia meminta developer mengecek pohon-pohon besar yang rawan tumbang. Bila dinilai membahayakan sebaiknya dilakukan penataan ulang.
"Saya sudah komunikasi dengan PT. Metropolitan Kentjana, untuk memperhatian kembali pohon-pohon. dicek-cek yang goyang atau mungkin dipangkas saja dan sarankan taruh pohon-pohon lebih ringan saja," ujar Harnas saat dihubungi, Senin (27/10/2025).
Harnas menjelaskan, area tempat pohon tumbang itu berada di Plaza Dua Pondok Indah, deretan ruko milik pihak ketiga namun masih dalam pengawasan PT Metropolitan Kentjana selaku pengembang kawasan.
"Karena itu kan Plaza dua Pondok Indah, ruko-ruko dimiliki pihak ketiga. Tapi lingkungan masih dirawatlah sama PT Metropolitan Kentjana sebagai developer. Pagi tadi saya sudah telepon-teleponan sama beliau," ucap dia.
6. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Ternyata Kenal Baik Sopir Lexus
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku mengenal secara pribadi pengemudi mobil Lexus yang tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah Raya, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Korban bernama Harry Danardojo (50). Pramono menyampaikan duka cita mendalam secara langsung kepada keluarga korban.
"Kebetulan almarhum saya kenal secara pribadi. Kebetulan apa? Atasannya almarhum itu sahabat saya. Jadi almarhum Harry ini saya kenal secara pribadi," kata Pramono kepada wartawan di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menawarkan bantuan pemakaman kepada keluarga korban. Selain itu, seluruh proses terkait asuransi juga akan dipermudah oleh pemerintah daerah.
"Dan pemerintah daerah langsung menawarkan kepada keluarga apakah bersedia untuk kita siapkan pemakamannya, untuk asuransi dan sebagainya akan ditangani secara tersendiri," kata Pramono.
Meski ditawari bantuan, Pramono bilang keluarga yang bersangkutan memutuskan pemakaman dilakukan secara mandiri di pemakaman keluarga yang berlokasi di Bogor. Namun, Pemprov DKI Jakarta dipastikan tetap akan mengawal proses administratif terkait hak-hak korban.
7. Pemprov DKI Jakarta Bakal Pasang Penyangga 5.000 Pohon Rawan Tumbang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut telah menginstruksikan pemasangan penyangga pada sekitar 5.000 pohon yang dinilai rentan tumbang di berbagai titik kota.
Langkah ini diambil pasca insiden tragis di Pondok Indah yang menewaskan seorang pengemudi mobil Lexus akibat tertimpa pohon saat hujan dan angin kencang melanda Jakarta pada Minggu 26 Oktober 2025.
"Saya sudah memerintahkan kepada Pak Fajar (Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota) untuk segera ditangani mungkin ada 5.000-an pohon yang perlu trigger atau penyangga. Kalau enggak, kejadian ini bisa terulang kembali," kata Pramono kepada wartawan di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (27/10/2025).
Ia menyampaikan, memang terdapat beberapa daerah termasuk di Pondok Indah yang pohon-pohon perlu untuk dibuatkan penyangga. Kondisi pohon bisa saja saja roboh apabila diterpa hujan dan angin kencang.
Menurut Pramono, kendala utama yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta selama ini untuk memasang penyangga karena adanya keberatan masyarakat saat petugas berupaya melakukan penataan pohon. Namun, ia menilai keselamatan harus menjadi prioritas.
"Dan yang menjadi persoalan adalah sering kali masyarakat sendiri keberatan untuk dilakukan itu," ucap dia.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan opsi pemangkasan atau penebangan bagi pohon yang sudah terlalu tua atau mengganggu struktur keselamatan ruang publik.
"Kalau, kalau iya, itu akan dilakukan, termasuk pohon yang sudah tua saya minta untuk dipotong saja," kata Pramono.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta telah menawarkan bantuan pemakaman kepada keluarga korban yang tewas tertimpa pohon tersebut. Meskipun tawaran diterima baik, keluarga memilih pemakaman dilakukan secara mandiri di tempat pemakaman keluarga yang berlokasi di Bogor.
Meski begitu, seluruh proses administrasi, termasuk pendampingan klaim asuransi, akan difasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warganya.
"Kemudian untuk asuransi dan sebagainya akan ditangani secara tersendiri," jelas Pramono.