Liputan6.com, Jakarta - Di tengah perseteruan yang memanas, keluarga ini menghadapi ujian berat ketika surat gugatan dari Reza tiba, mengguncang stabilitas mereka. Di saat yang sama, Karina mengalami tekanan emosional yang membawanya pada tindakan nekat.
Radit sedang menuju meja sarapan ketika Nurma dengan terburu-buru menariknya untuk menunjukkan surat gugatan dari Reza.
Advertisement
Sementara itu, Karina yang hendak ke kamar Akira sambil membawa seragam sekolahnya tampak gemetar dan terkejut. Ia menggelengkan kepala, menolak untuk menerima kenyataan bahwa ia mungkin akan kehilangan Akira.
Di sisi lain, Mirsa bersama Desi dan Siti tengah sibuk menyiapkan katering yang akan diantar ke kantor Reza, merasa cemas dengan perkembangan kasus mereka.
Saat itu, Reza tiba dan menginformasikan bahwa surat gugatan telah sampai di rumah Radit. Reza optimis bahwa mereka akan segera melakukan tes DNA. Mendengar kabar ini, Mirsa bersujud syukur, merasa jalan mereka dipermudah, dan memeluk Desi dengan haru. Reza pun tampak terharu.
Radit Temui Karina
Radit perlahan membuka pintu kamar sambil memanggil Karina. Dari posisinya, ia belum bisa melihat Karina, namun terlihat ada tangan terkulai di lantai, di balik tempat tidur. Radit terkejut, dan ketika ia bergerak lebih dekat, ia mendapati tubuh Karina yang pucat dengan mulut berbusa. Radit pun histeris dan Karina segera dilarikan ke rumah sakit.
Pramana, yang diliputi emosi, menarik kerah kemeja Radit dan menuntut penjelasan tentang apa yang dilakukan Radit hingga membuat Karina mengambil keputusan nekat seperti itu. Radit berusaha menenangkan Pramana, melepaskan diri, dan menunjukkan surat tuntutan yang sebelumnya ia simpan. Pramana marah, merasa kecewa karena tidak diberitahu tentang hal sepenting ini.