Andy Robertson Blak-blakan soal Kekalahan Liverpool dari Brentford

Andy Robertson blak-blakan mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahan Liverpool dari Brentford, menyoroti "Chaos, Tak Ada Struktur" dalam permainan tim. Simak analisis lengkapnya.

oleh ThomasDiterbitkan 27 Oktober 2025, 15:00 WIB
Liverpool menelan kekalahan 2-3 dari Brentford pada laga pekan kesembilan Premier League di Gtech Community Stadium, London, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Liputan6.com, Jakarta- Liverpool harus menelan pil pahit kekalahan 2-3 saat bertandang ke markas Brentford dalam lanjutan Liga Inggris pada 2 Januari 2023. Hasil mengecewakan ini secara otomatis mengakhiri rentetan empat kemenangan beruntun The Reds di kompetisi domestik.

Kekalahan tersebut tidak hanya menghentikan momentum positif Liverpool, tetapi juga membuat mereka terlempar ke posisi keenam dalam tabel klasemen sementara Liga Premier. Performa tim yang dianggap di bawah standar memicu berbagai reaksi, termasuk dari para pemain.

Bek kiri andalan Liverpool, Andy Robertson, secara terang-terangan meluapkan kekecewaannya terhadap performa tim setelah pertandingan. Ia bahkan menyebut permainan Liverpool sebagai "Chaos, Tak Ada Struktur" yang menggambarkan kondisi tim saat itu.


Performa Buruk dan Kurangnya Struktur Tim

Liverpool menelan kekalahan 2-3 dari Brentford pada laga pekan kesembilan Premier League di Gtech Community Stadium, London, Minggu (26/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Robertson menjelaskan bahwa timnya gagal menjalankan instruksi dan tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan di lapangan. Ia menyoroti ketiadaan pemain yang berlari di belakang pertahanan lawan serta kurangnya pemain di posisi tinggi dan lebar, membuat serangan Liverpool mudah dipatahkan.

Pemain asal Skotlandia itu juga mengeluhkan ketidakmampuan Liverpool dalam menguasai bola dan sering kalah dalam perebutan bola kedua. Situasi ini diperparah dengan Brentford yang mampu mengatasi setiap serangan dan bola-bola panjang yang dilancarkan The Reds, menunjukkan kurangnya efektivitas Liverpool.

Secara spesifik, Robertson menyoroti masalah set-piece yang menjadi senjata mematikan bagi Brentford. Dua gol pertama Brentford berasal dari situasi bola mati, yang sangat mengecewakan dari sudut pandang Liverpool karena seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik.

Ia menegaskan bahwa ketika semua masalah tersebut digabungkan, mustahil bagi Liverpool untuk mendapatkan hasil positif di kandang Brentford. Tim seolah tidak memiliki struktur yang jelas dalam menghadapi tekanan lawan, menyebabkan permainan menjadi tidak terorganisir.

"Kami tidak melakukan cukup banyak hal tanpa bola. Saat memiliki bola, pada babak pertama, kami menciptakan beberapa peluang dan menguasai bola cukup baik," kata Robertson kepada LFC TV.

"Tapi, Anda tidak bisa datang ke Brentford dan berharap bisa menguasai permainan begitu saja. Mereka selalu siap menempatkan pemain di kotak penalti, menghadapi bola-bola kedua, dan menjaga posisi. Kami sedikit tertinggal dalam hal itu."

Lanjut Baca:

"Lini belakang kami berlari untuk menghadapi bola yang sulit, sementara mereka unggul dari set-piece dan long-throw. Lima menit awal kami sudah kebobolan dari tiga long-throw. Itu jelas tidak cukup. Anda bermain sesuai keinginan mereka dan itu membuat segalanya berat," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya