Real Madrid 2-1 Barcelona: Pelajaran buat Yamal, Ketegangan Pascalaga, Optimisme Blaugrana

Laga panas itu turut diwarnai ketegangan setelah peluit akhir berbunyi. Beberapa pemain dari kedua tim sempat terlibat adu mulut, dan Yamal menjadi pemicu dari keributan itu.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Oktober 2025, 12:02 WIB
Kylian Mbappe dari Real Madrid berebut bola dengan Ronald Araujo dari Barcelona dalam pertandingan La Liga di Santiago Bernabeu, Minggu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)   

Liputan6.com, Jakarta Barcelona harus mengakui keunggulan Real Madrid setelah kalah 1-2 di Santiago Bernabeu pada laga El Clasico pekan ke-10 La Liga 2025/2026. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Blaugrana di bawah era Hansi Flick. Namun, pelatih asal Jerman itu tidak mendampingi tim karena menjalani sanksi larangan berada di pinggir lapangan.

Sebagai gantinya, Marcus Sorg mengambil alih kursi pelatih di Bernabeu. Ia mencoba segala cara agar Barcelona setidaknya bisa membawa pulang satu poin, tetapi Real Madrid terlalu tangguh di kandang sendiri. Seusai laga, Sorg banyak berbicara tentang Lamine Yamal, pemain muda yang menjadi pusat perhatian dalam pertandingan tersebut.

Laga panas itu turut diwarnai ketegangan setelah peluit akhir berbunyi. Beberapa pemain dari kedua tim sempat terlibat adu mulut, dan Yamal menjadi pemicu dari keributan itu.


Yamal dan Pelajaran dari Bernabeu

Lamine Yamal (Barcelona) berduel berebut bola dengan bek Real Madrid dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Marcus Sorg mengakui laga itu tidak mudah bagi Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun itu mendapat pengawalan ketat sepanjang pertandingan. “Hari ini bukan hari yang mudah bagi Lamine. Kami berbicara saat jeda babak pertama tentang perlunya memberinya lebih banyak situasi satu lawan satu, tetapi di babak pertama kami tidak banyak melakukannya, dan hal yang sama terjadi di babak kedua,” ujar Sorg.

Menurutnya, Real Madrid bertahan dengan sangat baik. “Mereka bertahan dengan bagus, dan kami harus menerimanya. Saya pikir dia sudah mencoba segalanya, dan terkadang para bek juga melakukan tugas mereka dengan baik. Kami harus menerima itu juga,” tambahnya.

Sorg menilai tekanan di Bernabeu turut memengaruhi performa Yamal. “Mungkin sedikit, karena dia juga sedang belajar bagaimana menghadapi sorakan dan siulan dari penonton. Ini bagian dari proses. Biasanya dia termotivasi dan bermain bagus, tetapi hari ini memang tidak mudah baginya,” katanya.

Kendati demikian, Sorg meminta semua pihak memberi waktu dan dukungan kepada Yamal. “Lamine baru kembali dari cedera dan perlu mengembalikan ritmenya. Dia butuh lebih banyak pertandingan di level tertinggi, dan ini hal yang wajar karena dia baru berusia 18 tahun. Jadi kami harus memberinya waktu dan mendukungnya, dan kami semua akan melakukannya bersama-sama,” ucapnya.

Lanjut Baca:

Usai laga, terjadi keributan antara pemain kedua tim di area dekat bangku cadangan. Yamal terlibat, tetapi Sorg menegaskan dirinya tidak tahu siapa yang memulai. “Sejujurnya, saya tidak tahu siapa yang memulai keributan. Pada akhirnya, ada banyak orang di antara kedua bangku tim, dan banyak teriakan. Namun, saya pikir kami harus menerimanya dan fokus pada pertandingan itu sendiri,” jelasnya. Dari sisi taktik, Sorg menjelaskan alasan mengganti Marcus Rashford dengan Ronald Araujo di akhir laga. “Pada akhirnya, kami ingin mengubah struktur permainan. Kami ingin memberi para bek lawan tugas baru, dan itu alasannya. Minggu lalu, kami juga melakukan hal yang sama, dan saya pikir sangat penting untuk mengubah sesuatu,” tuturnya. Ia menambahkan, perubahan itu juga membuat Barcelona beralih ke formasi tiga bek untuk menambah daya serang. “Itu juga alasan kami beralih dari empat bek menjadi tiga bek dan menempatkan satu pemain lagi di depan bersama Ronald, agar bisa mengubah situasi dan menciptakan lebih banyak peluang,” katanya. Sayangnya, taktik tersebut tidak membuahkan hasil. “Kami sudah mencoba segalanya. Di akhir laga, kami hanya bermain dengan dua bek karena ingin menciptakan lebih banyak peluang. Kami tahu mereka selalu bagus dalam serangan balik, dan pada akhirnya kami tidak cukup menciptakan peluang untuk mencetak gol kedua,” ujar Sorg.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya