Komentar Sebelum Laga Jadi masalah, Lamine Yamal Disambut Cemooh di Bernabeu

Lamine Yamal jadi sorotan di El Clasico setelah komentarnya soal Real Madrid memicu reaksi keras. Bernabeu mencemoohnya di setiap sentuhan bola.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 27 Oktober 2025, 03:36 WIB
Lamine Yamal (Barcelona) berduel berebut bola dengan bek Real Madrid dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Lamine Yamal menjadi salah satu tokoh paling disorot pada laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona di Santiago Bernabeu.

Setiap kali pemain muda Barcelona itu menyentuh bola, stadion bergemuruh dengan cemoohan keras dari para suporter tuan rumah. Reaksi tersebut bukan tanpa alasan, pernyataan Lamine dua hari sebelum pertandingan telah menyulut kemarahan publik Madrid.

Dalam sebuah acara Kings League, Lamine sempat melontarkan komentar yang dianggap provokatif. Ia menyamakan Real Madrid dengan Porcinos, rival klubnya di kompetisi tersebut, dan menyebut keduanya sebagai tim yang “suka protes dan menangis”. Ucapan itu langsung menyebar luas dan menciptakan tensi tinggi menjelang duel El Clasico.

Begitu laga dimulai, atmosfer Bernabeu terasa panas sejak menit pertama. Suporter Madrid terus mencemooh Lamine setiap kali ia menerima bola, seolah tak melupakan kata-kata yang ia lontarkan.


Vinicius dan Carreras Jadi Sorotan

Alvaro Carreras (Real Madrid) mengawal Lamine Yamal (Barcelona) dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

Selain menjadi sasaran ejekan, Lamine juga terlibat dalam beberapa duel menarik dengan Alvaro Carreras yang tampil disiplin menjaga sisi kiri pertahanan Madrid.

Carreras mendapat beberapa kali tepuk tangan dari publik Bernabeu karena keberhasilannya menahan pergerakan pemain muda berusia 17 tahun tersebut.

Vinicius Junior pun beberapa kali turun membantu Carreras dalam situasi bertahan. Setiap kali sang winger Brasil berhasil memotong bola atau memaksa Lamine kehilangan penguasaan, stadion kembali bergemuruh memberikan dukungan.

Sorakan dan cemoohan bergantian terdengar, menambah panasnya atmosfer El Clasico pertama musim ini. Momen itu menegaskan betapa komentar pra-pertandingan dapat berimbas langsung pada tensi laga sebesar ini.


Momen Kontroversial di Awal Pertandingan

Aksi Lamine Yamal pada laga pramusim antara Barcelona vs Como 1907 (Dok. @FCBarcelona)

Lamine Yamal juga terlibat dalam salah satu insiden paling kontroversial pada babak pertama.

Pada menit-menit awal, Vinicius Jr sempat terjatuh di kotak penalti Barcelona setelah bersenggolan dengannya. Wasit Cesar Soto Grado awalnya menunjuk titik putih, memberi penalti untuk Madrid.

Namun, setelah tinjauan VAR, keputusan itu dibatalkan. “Wasit melihat ulang karena tidak ada offside. Ia ingin memastikan apakah kaki Lamine sudah menapak penuh di tanah saat benturan terjadi. Jika posisi Lamine lebih dulu, maka Vinicius-lah yang menabraknya,” jelas mantan wasit Iturralde Gonzalez saat siaran Carrusel Deportivo.

Tak lama setelah peninjauan, Soto Grado mengubah keputusannya dan menyatakan pelanggaran dilakukan oleh Vinicius, bukan oleh Lamine. Keputusan itu disambut sorakan keras dari kedua kubu, menambah ketegangan di laga yang memang sejak awal sudah penuh drama.

El Clasico pertama musim ini dimenangi oleh Real Madrid dengan skor 2-1 di kandang. Lamine Yamal, sayangnya, tampil di bawah standar.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya