Tiba di Malaysia, Donald Trump Joget Bareng Penari Tradisional

Seperti apa aksi Trump saat tiba di Kuala Lumpur, Malaysia?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 26 Oktober 2025, 14:14 WIB
Momen menarik terjadi ketika Trump terlihat ikut menari bersama rombongan penampil lokal di atas karpet merah sesaat setelah turun dari Air Force One (Dok. AFP).

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disambut meriah setibanya di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam kunjungan perdananya ke Asia.

Momen menarik terjadi ketika Trump terlihat ikut menari bersama rombongan penampil lokal di atas karpet merah sesaat setelah turun dari Air Force One, Minggu pagi waktu setempat, dikutup dari laman New York Post, Minggu (26/10/2025).

Meski baru menempuh penerbangan selama 23 jam dari Washington D.C, presiden berusia 79 tahun itu tampak bugar.

Ia menggoyangkan pinggul dan mengepalkan tinju mengikuti irama drum tradisional yang mengiringi penyambutannya.

Di bandara, sekelompok penari mengenakan kostum berwarna-warni menampilkan tarian yang merepresentasikan keragaman etnis utama Malaysia — mulai dari Melayu, Tionghoa, India, hingga suku-suku asli Kalimantan. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, turut mendampingi Trump dan bahkan ikut bergoyang mengikuti alunan musik.

Kedatangan Trump menandai dimulainya tur lima harinya di Asia, dengan tujuan memperkuat posisi Amerika Serikat di kawasan sekaligus mempererat hubungan perdagangan.

Setelah Malaysia, Trump dijadwalkan bertolak ke Tokyo untuk bertemu Perdana Menteri Jepang yang baru terpilih, Sanae Takaichi. Ia juga akan mengadakan pertemuan penting dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Korea Selatan.

Selain itu, sumber Gedung Putih menyebutkan Trump kemungkinan akan mengunjungi Zona Demiliterisasi (DMZ) dan bertemu pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sebagai bagian tambahan dari agenda perjalanan.

Pesawat kepresidenan Air Force One dikawal dua jet tempur F-18 saat memasuki wilayah udara Malaysia — bentuk penghormatan yang sebelumnya juga diberikan beberapa negara Timur Tengah selama kunjungan Trump.

Tur padat lintas negara ini dimulai dengan serangkaian aktivitas diplomatik sejak di udara. Dalam penerbangan menuju Asia, Trump sempat menggelar konferensi pers selama 14 menit dengan wartawan di atas Samudra Atlantik.

Pesawat sempat singgah di Jerman untuk mengisi bahan bakar, lalu berhenti di Qatar untuk pertemuan tertutup dengan Emir Tamim bin Hamad Al Thani dan Perdana Menteri Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

 

Rencana Damai

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 19 September 2025. (Dok. AP/Alex Brandon)

Menurut laporan Gedung Putih, pembahasan di Qatar berfokus pada rencana perdamaian Gaza yang diinisiasi Trump. Rencana tersebut mencakup pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional ke wilayah Palestina pasca-gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

“Anda akan mendapatkan perdamaian di Timur Tengah. Ini adalah perdamaian sejati,” ujar Trump. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya — selama 3.000 tahun.”

Ia juga menegaskan bahwa pasukan multinasional yang akan diterjunkan ke Gaza tengah dalam tahap akhir pemilihan komando. “AS tidak perlu terlalu banyak terlibat. Negara-negara besar seperti Arab Saudi, UEA, dan Qatar sudah siap. Turki, Indonesia, Yordania, dan Mesir juga akan ambil bagian. Ini adalah kelompok yang luar biasa,” tambahnya.

Meski tidak berhasil meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, isu perdamaian global tetap menjadi prioritas utama dalam agenda internasional Trump.

Salah satu acara puncak kunjungannya di Kuala Lumpur adalah penandatanganan perjanjian damai simbolis antara Kamboja dan Thailand. Konflik perbatasan berdarah selama lima hari antara kedua negara pada Juli lalu berhasil diakhiri berkat mediasi Trump dan ancaman penerapan tarif tinggi oleh Amerika Serikat. Setidaknya 66 korban jiwa tercatat dalam peristiwa tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya