Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dua pencatatan obligasi dan satu sukuk selama sepekan pada 20-24 Oktober 2025.
Pada Rabu, 22 Oktober 2025, ada pencatatan Obligasi Berkelanjutan VII Adira Finance Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap II Tahun 2025 oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk dengan nilai obligasi Rp 1.650.000.000,- dan sukuk Rp700.000.000,-.
Advertisement
Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi dan sukuk ini masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Kemudian pada Jumat, 24 Oktober 2025, Obligasi Berkelanjutan III Sinar Mas Multiartha Tahap IV Tahun 2025 oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp 1,05 triliun. Hasil pemeringkatan PT Kredit Rating Indonesia untuk obligasi ini adalah ir AA (Double A) dengan Wali Amanat PT Bank KB Bukopin Tbk.
"Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2025 di BEI adalah 147 emisi dari 72 emiten senilai Rp 171,54 triliun," ujar PH Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (25/10/2205).
Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 649 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp 531,23 triliun dan USD 129,7921 juta, yang diterbitkan oleh 137 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp 6.423,84 triliun dan USD352,10 juta. Selain itu, di BEI telah tercatat sebanyak 7 emisi EBA dengan nilai Rp 2,13 triliun
Kinerja IHSG Pekan Ini
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan 20-24 Oktober 2025. Analis menilai, kenaikan IHSG didorong sejumlah faktor.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (25/10/2025), IHSG sepekan menguat 4,5% ke posisi 8.271,72 pada 20-24 Oktober 2025. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu seiring IHSG merosot 4,14% ke posisi 7.915,65.
Kapitalisasi pasar BEI juga naik 3,31% dari Rp 14.746 triliun pada pekan lalu menjadi Rp 15.234 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak menguat 4,5% dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Investor asing beli saham Rp 4,23 triliun sepanjang pekan ini. Sepanjang 2025, investor asing telah melepas saham sebesar Rp 47,31 triliun.
Sentimen IHSG
Ia menuturkan, pergerakan IHSG diwarnai sentimen. Pertama, rilis data suku bunga dan industri China. Kedua, rilis data BI Rate yang tetap berada di 4,75%. Ketiga, rilis kinerja emiten kuartal III 2025. “Keempat, melemahnya nilai tukar rupiah dan harga emas dunia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian anjlok 12,91% menjadi 2,36 juta kali transaksi dari 2,71 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Kemudian rata-rata nilai transaksi harian BEI merosot 18,85% menjadi Rp 22,28 triliun dari Rp 27,46 triliun pada pekan lalu.
Rata-rata volume transaksi harian bursa terperosok 19,70% menjadi 30,47 miliar saham dari 37,95 miliar saham pada pekan lalu.