Wall Street Cetak Rekor Baru Tersengat Laporan Data Inflasi AS

Tiga indeks acuan di wall street mencatat rekor pada Jumat, (24/10/2025). Hal itu juga mendorong kinerja mingguan melesat signifikan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Oktober 2025, 08:00 WIB
Pedagang bekerja di New York Stock Exchange, New York, 10 Agustus 2022. (AP Photo/Seth Wenig, file)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak menguat pada perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025 waktu setempat.

Wall street menyentuh level tertinggi baru setelah data inflasi AS yang dingin memicu optimisme investor kalau the Federel Reserve (the Fed) dapat mempertahankan suku bunganya. Hal ini mendorong perekonomian Amerika Serikat dan valuasi lebih tinggi untuk saham.

Mengutip CNBC,  Sabtu (25/10/2025), indeks Dow Jones naik 472,51 poin atau 1,10% menjadi 47.207,12, dan mencatat penutupan pertama di atas level 47.000.

Indeks S&P 500 naik 0,79% menjadi 6.791,69. Indeks Nasdaq bertambah 1,15% menjadi 23.204,87. Tiga indeks acuan tersebut ditutup ke rekor tertinggi.

Indeks acuan di wall street mencatatkan kenaikan dalam dua minggu berturut-turut. Indeks saham acuan kompak naik sekitar 2% dalam sepekan. S&P 500 kini naik 15% sepanjang tahun ini, dan Nasdaq menguat 20%.

Laporan indeks harga konsumen pada September  yang tertunda karena penutupan pemerintah AS naik 0,3% pada bulan tersebut, sehingga tingkat inflasi tahunan menjadi 3%, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja.

Inflasi tersebut sedikit di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 0,4% dan 3,1%. Dengan mengecualikan pangan dan energi, Indeks Harga Konsumen (IHK) inti tercatat sebesar 0,2% bulan lalu dan 3% dalam 12 bulan, juga lebih rendah dari proyeksi Dow Jones yang masing-masing sebesar 0,3% dan 3,1%.

Seiring data IHK tersebut, pelaku pasar meningkatkan taruhan kalau The Fed akan memangkas suku bunga pada kedua pertemuan terakhirnya pada 2025.

Peluang pemangkasan suku bunga pada Desember melonjak menjadi 98,5% dari sekitar 91% sebelum data tersebut, menurut perangkat CME FedWatch. Peluang pemangkasan suku bunga minggu depan tetap di atas 95%.

 

 

Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange saat Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara setelah mengumumkan kenaikan suku bunga di New York, Amerika Serikat, 2 November 2022. (AP Photo/Seth Wenig)

Harapan pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan merangsang aktivitas ekonomi mendorong saham-saham perbankan menguat selama perdagangan, dengan nama-nama besar antara lain JPMorgan , Wells Fargo, dan Citigroup masing-masing naik 2%. Nama-nama lain di sektor keuangan, termasuk Goldman Sachs dan Bank of America, juga meningkat.

Memang, angka inflasi tahunan utama menunjukkan sedikit peningkatan dari bulan sebelumnya. Sebagian besar data ekonomi pemerintah termasuk angka ketenagakerjaan mingguan dan bulanan masih tertunda karena penutupan pemerintah.

"Laporan IHK yang relatif baik hari ini tidak banyak yang ‘mengkhawatirkan’ The Fed dan kami terus memperkirakan pelonggaran lebih lanjut pada pertemuan The Fed minggu depan,” kata Kepala Investasi Pendapatan Tetap Multisektor di Goldman Sachs Asset Management, Lindsay Rosner.

 

Pasar Abaikan Pernyataan Trump

Dalam file foto 11 Mei 2007 ini, tanda Wall Street dipasang di dekat fasad terbungkus bendera dari Bursa Efek New York. (Richard Drew/AP Photo)

"Pemotongan suku bunga pada Desember juga masih mungkin terjadi mengingat minimnya data saat ini yang memberikan The Fed sedikit alasan untuk menyimpang dari jalur yang ditetapkan dalam diagram titik,” demikian seperti dikutip.

Pasar sebagian besar mengabaikan pernyataan Presiden Donald Trump ia mengakhiri negosiasi perdagangan dengan Kanada. Hal ini ada sebuah iklan yang digunakan oleh Ontario yang menampilkan mantan Presiden Ronald Reagan “berbicara negatif” tentang tarif.

Iklan tersebut, yang dianggap Trump “PALSU,” mengutip pidato radio kepresidenan Reagan dari April 1987, di mana mantan presiden tersebut mengatakan bahwa “hambatan perdagangan merugikan setiap pekerja dan konsumen Amerika” dalam jangka panjang.

Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, mengatakan pada Jumat malam, pihaknya akan menghentikan penayangan iklan tersebut setelah pertandingan seri dunia akhir pekan ini agar perundingan perdagangan AS-Kanada dapat dimulai kembali.

Bursa Saham Asia

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham regional Asia Jumat sore ini antara lain Indeks Nikkei naik 675,89 poin atau 1,39 persen ke 49.317,50, indeks Shanghai bertambah 27,90 poin atau 0,71 persen ke 3.950,31.

Selain itu, indeks Hang Seng menanjak 192,17 poin atau 0,74 persen ke posisi 26.160,15, dan indeks Straits Times menguat 5,94 poin atau 0,13 persen ke posisi 4.422,21.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya