Laporan Liputan6.com dari Hong Kong, Naik Mesin Waktu ke Kowloon Walled City

Pengunjung bisa melihat dan merasakan bagaimana kehidupan di Kowloon Walled City lewat instalasi pameran.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 25 Oktober 2025, 12:02 WIB
Kowloon Walled City. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)

Liputan6.com, Jakarta - Pantulan sinar matahari dari kaca gedung pencakar langit Hong Kong menyilaukan mata. Di jalan raya, kendaraan lalu lalang melintas terowongan yang membelah lautan.

Pesatnya pembangunan menjadikan Hong Kong sebagai salah satu negara terdepan di muka bumi. Namun, ada satu masa ketika kegelapan menyelimuti negara ini.

Kowloon Walled City adalah potret jelas periode tersebut. Pemukiman padat dalam tembok ini memiliki reputasi buruk hingga akhirnya dihancurkan pada awal dekade 1990-an.

Jurnalis Liputan6.com Harley Ikhsan berkesempatan melihat dan merasakan seperti apa kehidupan di sana melalui ekshibisi di Kowloon Walled City Park, tempat Kowloon Walled City dulu berdiri.

 

Maket dan gambaran Kowloon Walled City. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)

Pameran ini menampilkan latar belakang dari film Twilight of the Warriors: Walled In yang tayang pada 2024 lalu. Pengunjung bisa menikmati peragaan yang dibuka sejak 24 Mei 2025 tersebut secara gratis.

Ibarat naik mesin waktu, tamu mendapat gambaran jelas bagaimana suasana Kowloon Walled City. Dipajang instalasi toko kelontong, rumah makan, tukang cukur, dokter gigi, pabrik bakso ikan rumahan, hingga semerawutnya kabel-kabel listrik di plafon serta pipa gas dan saluran air.

Pengalaman terasa makin nyata karena diputar deru suara pesawat yang kerap melintasi Kowloon Walled City. Bunyi gaduh itu biasa didengar penduduk Kowloon Walled City karena letak bandara lama di Kai Tak dekat dengan lokasi.

Ekshibisi ini menarik perhatian masyarakat Hong Kong serta turis asing. Tercatat sudah lebih dari 100 ribu pengunjung datang ke sana.

 


Sejarah Kowloon Walled City

Kowloon Walled City ketika masih menjadi benteng militer China. (Liputan6.com/Harley Ikhsan)

Kowloon Walled City sebelumnya adalah benteng militer China pada Dinasti Sung (960-1297). Seiring waktu, populasi di sana kemudian meningkat pesat usai penjajahan Jepang di Perang Dunia II.

Kebanyakan penduduk adalah pengungsi asal China daratan yang melarikan diri dari Perang Saudara di Negeri Tirai Bambu. Terletak di atas lahan seluas 2,6 hektare, Kowloon Walled City terdiri sekitar 500 bangunan bertingkat yang dihuni 35.000 jiwa.

Statistik ini sempat menjadikan Kowloon Walled City sebagai kawasan terpadat di dunia. Ada area kosong di tengah-tengah. Hanya di situ penghuni lantai bawah bisa melihat matahari.

Lanjut Baca:

Tempat tinggal warga terdiri dari rumah-rumah kecil yang luasnya hanya 4 meter persegi. Rumah tersebut bertumpuk tak beraturan. Ada yang tingginya 5 lantai, bahkan 10 lantai. Tidak ada hukum yang berlaku di Kowloon Walled City. Aktivitas ilegal seperti prostitusi, judi, dan narkotika merajalela. Polisi tidak berani bertindak karena gangster berkuasa di sana.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya