Terdampar di Selat Madura Usai 11 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Awak Kapal Ambulans Asal Sulsel Lahap Santap Makan Pemberian Warga

Kapal yang dinakhodai M. Tahir (65) bersama dua anak buah kapal, Najamuddin (55) dan Hasri (60), terombang-ambing di laut selama 11 hari sebelum ditemukan di Selat Madura.

oleh FauzanDiterbitkan 24 Oktober 2025, 20:11 WIB
Tangkapan layar video awak kapal ambulans asal Makassar yang hilang 11 hari di laut tengah menyantap makanan pemberian warga di Selat Madura. (Liputan6.com/ Fauzan)

Liputan6.com, Makassar - Kapal Ambulans laut yang sebelumnya dikabarkan hilang di perairan Makassar, Sulawesi Selatan, ditemukan di Selat Madura, Jawa Timur, pada Jumat (24/10/2025). Tiga awak kapal juga dipastikan selamat.

Kapal yang dinakhodai M. Tahir (65) bersama dua anak buah kapal, Najamuddin (55) dan Hasri (60), diketahui terombang-ambing di laut selama 11 hari hingga ditemukan terdampar di kawasan permukiman penduduk pada Jumat (24/10/2025).

"Alhamdulillah sudah ditemukan, terima kasih atas bantuan dan doanya. Bapak dan dua temannya juga sehat," ujar Edi Tahir, anak dari M. Tahir, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan video yang diterima, para awak kapal terlihat sehat meski selama hampir dua minggu mereka tidak mendapat pasokan makanan dan air bersih. Dalam rekaman tersebut, ketiganya tampak lahap menyantap makanan yang diberikan oleh warga setempat setelah berhasil dievakuasi.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Andi Sultan, juga membenarkan bahwa seluruh awak kapal ambulans ditemukan dalam keadaan selamat.

"Seluruh awak selamat semua. Kami belum bisa memastikan penyebab pasti kejadian ini, apakah kapal mengalami mati mesin atau gangguan lainnya. Saat ini kami masih melakukan koordinasi untuk mendapatkan keterangan lebih jelas," ujarnya.

Sebagai informasi, Kapal ambulans milik Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) itu sebelumnya dinyatakan hilang kontak di perairan Selat Makassar pada Senin, 13 Oktober 2025. Kapal tradisional tersebut berangkat dari Pulau Tinggalungan menuju Pulau Dewakkang sekitar pukul 07.00 Wita, dengan estimasi waktu tempuh sekitar delapan jam. Namun hingga malam hari, kapal tak kunjung tiba di tujuan sesuai jadwal.

 

Pencarian Kapal Dihentikan pada 21 Oktober 2025

Penampakan kapal ambulans dengan tiga awak yang hilang di laut Makassar ditemukan di perairan Selat Madura. (Liputan6.com/ Fauzan)

Basarnas bersama tim gabungan sempat melakukan operasi pencarian selama tujuh hari di sekitar perairan Pangkep. Namun karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang, operasi akhirnya dihentikan pada 21 Oktober 2025.

Kapal yang mampu menampung hingga 18 penumpang ini dirancang sebagai kapal ambulans laut untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terluar Kabupaten Pangkep. Saat ditemukan di perairan Selat Madura, kapal dilaporkan sedang dalam kondisi rusak ringan dan kini sedang diperbaiki sebelum nantinya berlayar kembali ke Sulawesi Selatan.

Andi Sultan menegaskan, pihaknya masih terus memantau kondisi kapal dan para awak. Ia pun mengaku bersyukur karena seluruh awak kapal ditemukan dalam kondisi sehat.

"Yang terpenting mereka selamat. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perjalanan pulang mereka berlangsung aman," katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya