Deal Raksasa, Satu Juta Chip AI Google Siap Dipakai Anthropic

Sepakat Perluas Kerja Sama, Google Siap Dukung Anthropic dengan 1 Juta Chip AI.

oleh Sekar FebrianiDiterbitkan 24 Oktober 2025, 21:30 WIB
Kantor pusat Google di Mountain View. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Liputan6.com, Jakarta - Google, perusahaan teknologi raksasa yang berada di bawah naungan Alphabet Inc, resmi menjalin kerja sama besar dengan Anthropic PBC, perusahaan kecerdasan buatan (AI). Melalui kesepakatan ini, Google akan menyediakan hingga satu juta chip AI khusus untuk Anthropic.

Nilai kerja sama dari kesepakatan yang diumumkan pada Kamis waktu setempat ini diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS. 

Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (24/10/2025), kolaborasi ini nantinya akan memberi Anthropic kapasitas komputasi yang jauh lebih besar. Di sisi lain, kerja sama ini juga memperkuat posisi Google sebagai investor utama sekaligus penyedia infrastruktur penting di tengah persaingan ketat antarperusahaan teknologi dalam mengembangkan model AI berukuran besar.

Chip yang digunakan dikenal dengan nama Tensor Processing Units (TPU). Chip rancangan khusus Google ini berfungsi mempercepat proses pembelajaran mesin. Menurut keterangan resmi Google, chip-chip tersebut akan menambah kapasitas daya komputasi hingga lebih dari satu gigawatt dan mulai digunakan pada tahun 2026. 

Kesepakatan ini menjadi salah satu langkah terbesar dalam pengembangan perangkat keras AI. Hal ini juga menunjukkan tingginya biaya dalam membangun sistem AI canggih yang memerlukan daya komputasi sangat besar guna melatih dan menjalankan model bahasa berskala luas.

Google tidak memberikan penjelasan terkait mekanisme pembayaran Anthropic atas akses penggunaan TPU tersebut. Sementara itu, Anthropic belum menanggapi permintaan komentar dari media.

“Anthropic dan Google telah lama bekerja sama, dan perluasan kemitraan ini akan membantu kami memperkuat kapasitas komputasi guna terus mendorong batas inovasi di bidang AI,” ujar Chief Financial Officer Anthropic, Krishna Rao, dalam pernyataan resminya.

YouTube Uji Coba Fitur Deteksi AI, Kreator Bisa Hapus Video Tiruan

Ilustrasi Tampilan YouTube (Photo by Szabo Viktor on Unsplash)

YouTube memperkenalkan fitur pendeteksi AI dirancang untuk membantu kreator menemukan dan melaporkan konten atau video tiruan yang menggunakan wajah atau suara mereka tanpa izin.

Dikutip dari The Verge, Kamis (23/10/2025), fitur ini mulai diuji untuk kreator tergabung dalam YouTube Partner Program (YPP).

Disebutkan, pengguna yang memenuhi syarat akan menerima pemberitahuan melalui email sebelum akhirnya mereka bisa mengakses fitur ini.

Dalam penjelasan Google, sistem deteksi Deepfake ini akan menandai video memiliki kemiripan dengan wajah atau suara kreator. Setelah diverifikasi, kreator bisa meninjau hasil deteksi di tab Content Detection di YouTube Studio dan mengajukan permintaan penghapusan video melalui proses privasi Google.

Walau masih belum dirilis secara umum, fitur ini bertujuan untuk memberikan kontrol lebih besar kepada kreator dalam menjaga identitas digital dan melindungi penonton dari konten deepfake atau manipulasi AI.

 

Diumumkan Tahun Lalu

Sesudah memverifikasi identitas, para kreator dapat meninjau video tidak sah yang dihasilkan AI, dengan ditandai di tab Deteksi Konten di Youtube Studio. Setelahnya kreator dapat mengajukan permintaan agar video dihapus.

Tahun lalu, Youtube telah mengumumkan fitur ini dan mengujinya di bulan Desember. Dalam unggahan di blog resminya, perusahaan menjelaskan jika mereka berkolaborasi dengan Creative Artists Agency (CAA).

“Melalui kolaborasi ini, beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia akan memiliki akses ke teknologi tahap awal dirancang untuk mengidentifikasi dan mengelola konten yang dihasilkan AI yang menampilkan kemiripan mereka termasuk wajah, di YouTube dalam skala besar,”.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya