Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan (Tol Japek II Selatan) yang memiliki panjang total 62 km saat ini telah mencapai progres konstruksi rata-rata 72,040 persen, dengan pembebasan lahan sebesar 81,53 persen.
"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan nantinya akan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) di Jatiasih, Bekasi, dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan Charles Lendra, Jumat (24/10/2025).
Advertisement
Kendati begitu, belum disebutkan kapan proses konstruksi Tol Japek II Selatan ini akan rampung.
Adapun proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan terdiri dari tiga paket pekerjaan utama. Dengan total panjang 62 km, terbagi dalam enam seksi. Proyek ini menjadi salah satu proyek prioritas nasional di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Jalan Tol Japek II Selatan dirancang memiliki 7 simpang susun (SS), yakni SS Jatiasih, SS Bantargebang, SS Setu, SS Sukaragam, SS Bojongmangu, SS Kutanegara, SS Sadang.
Berikut rincian terakhir progres paket pekerjaan proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan:
• Paket 1 (Seksi 1 dan 2 Jatiasih-Bantar gebang-Setu, 7,25 km)
* Progres pembebasan lahan: 9,84 persen
* Progres konstruksi: 0,00 persen
• Paket 2A (Seksi 3 Setu-Sukaragam, 10,50 km)
* Progres pembebasan lahan: 86,09 persen
* Progres konstruksi: 70,770 persen
• Paket 2B (Seksi 4 Sukaragam-Bojongmangu, 13 km)
* Progres pembebasan lahan: 97,86 persen
* Progres konstruksi: 68,485 persen
• Paket 3 (Seksi 5 dan 6 Bojongmangu-Kutanegara-Sadang, 31,25 km)
* Progres pembebasan lahan: 98,03 persen
* Progres konstruksi: 90,659 persen
Jasa Marga Serap Capex Proyek Jalan Tol Rp 4,95 Triliun hingga Semester I 2025
Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melaporkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (Capex) sepanjang semester I 2025 telah berjalan sesuai rencana. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan hingga pertengahan tahun ini, serapan Capex investasi pembangunan jalan tol perusahaan mencapai Rp 4,95 triliun.
“Sampai saat ini untuk Capex 2025 masih berjalan sesuai rencana. Sampai dengan semester 1, serapan Capex Investasi Pembangunan Jalan Tol ini sebesar Rp 4,95 triliun,” ujar Rivan dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Jumat (12/9/2025).
Ia menjelaskan, realisasi Capex hingga akhir tahun akan sangat bergantung pada progres konstruksi dari masing-masing ruas jalan tol.
Rivan menyebutkan beberapa proyek yang tengah berjalan, antara lain Jakarta–Cikampek II Selatan, Jogja–Bawen, Solo–Yogyakarta, Yogyakarta International Airport Kulon Progo, Probolinggo–Banyuwangi, serta Akses Patimban.
Rivan menambahkan, kemajuan pembebasan lahan setiap proyek juga memengaruhi serapan Capex, karena hal itu terkait alokasi anggaran dari pemerintah. Jasa Marga memperkirakan total Capex hingga akhir 2025 berada di kisaran Rp 10 triliun hingga Rp 12 triliun.
Kinerja Semester I 2025
Rivan menyampaikan, kinerja Semester I 2025 Perseroan didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha dan EBITDA Perseroan serta penurunan biaya keuangan secara konsolidasi sebesar 20,4% (YoY), sebagai dampak positif dari aksi korporasi Equity Financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan oleh Perseroan pada Kuartal IV 2024.
“Hal ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menerapkan strategi pengendalian beban usaha serta fokus pada optimalisasi efisiensi dan efektivitas operasional, yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan Perseroan,” ujar Rivan.
Perseroan hingga saat ini fokus terhadap lima proyek jalan tol yang tengah berjalan yaitu, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi.
Pada 6 Agustus 2025, Jasa Marga mengoperasikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Klaten-Prambanan sepanjang 7,85 km.