Liputan6.com, Jakarta PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) meraup laba bersih sebesar Rp 28,7 miliar, berbalik positif dari rugi Rp46,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
DMMX membukukan pendapatan Rp492,0 miliar, ditopang oleh pertumbuhan di segmen bernilai tambah tinggi seperti penjualan perangkat keras (+48,7% YoY), layanan Infrastructure-as-a-Service (+21,7% YoY), serta lonjakan platform advertising exchange (+304,4% YoY).
Advertisement
Kombinasi ini mendorong laba kotor naik 15% YoY menjadi Rp69,0 miliar, dengan margin laba kotor melompat menjadi 14% dari sebelumnya 6,6%.
"Capaian positif ini membuktikan bahwa strategi kami untuk memperkuat efisiensi, inovasi teknologi, dan fokus pada segmen bernilai tinggi mulai menunjukkan hasil nyata,” ujar Direktur Utama DMMX Budiasto Kusuma, Jumat (24/10/2025).
Selain itu, keuntungan belum terealisasi dari investasi mencapai Rp6,2 miliar, berbalik dari rugi Rp64,7 miliar tahun lalu. Kinerja positif tersebut memperkuat posisi DMMX sebagai perusahaan teknologi yang semakin efisien dan berorientasi profit.
Sepanjang 9M25, DMMX terus memperluas jangkauan ekosistem digitalnya. Hingga akhir September, perusahaan mengoperasikan 28.780 layar digital (+0,8% YoY) di 15.435 lokasi (+1,9% YoY) di seluruh Indonesia. Jumlah anggota trade marketing juga meningkat menjadi 169.997 (+3,3% YoY). Dengan biaya operasional yang tetap efisien di Rp40,5 miliar, DMMX berhasil mencatat laba operasional Rp28,6 miliar, tumbuh 38,9% YoY.
"Kami optimistis dapat menutup tahun 2025 dengan performa yang solid dan berkelanjutan, seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi digital komprehensif di berbagai sektor," tutup dia.
DMXX dan Muhammadiyah Bikin Perusahaan Patungan, Ini Tujuannya
Sebelumnya, PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) dan Muhammadiyah melalui Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) PT Surya Ahda Digital (SADIGI) membentuk perusahaan patungan (Joint Venture) yang diberi nama PT Surya Mediatama Maxima (SMMX).
Pembentukan perusahaan patungan bertujuan ini untuk mengakselerasi digitalisasi dan optimalisasi potensi ekonomi di dalam ekosistem Muhammadiyah, serta mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi digital di lingkungan Muhammadiyah.
PT Surya Mediatama Maxima (SMMX) berfungsi sebagai motor penggerak inovasi digital yang sejalan dengan nilai-nilai kemajuan organisasi. SMMX dibentuk sebagai entitas bisnis yang dinamis dengan cakupan operasional yang sangat luas. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor digital vital seperti digitalisasi industri, perdagangan, angkutan, dan jasa.
"Ekosistem Muhammadiyah memiliki potensi yang sangat besar, dengan 60 juta anggota dan ribuan lembaga yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui PT Surya Mediatama Maxima (SMMX), kami akan menyediakan tulang punggung teknologi yang dibutuhkan untuk membuka potensi tersebut, menciptakan efisiensi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital di dalam komunitas," kata Direktur Utama DMMX Budiasto Kusuma, Rabu (3/9/2025).
"Ini adalah wujud komitmen DMMX untuk mengembangkan bisnis digital secara bersama dengan Muhammadiyah dan mendukung digitalisasi di setiap lapisan masyarakat," lanjut dia.
Kelola Potensi Jaringan Bisnis
Fokus utama perusahaan patungan ini mengelola potensi jaringan bisnis yang sangat besar dalam ekosistem Muhammadiyah, mulai dari perdagangan hasil pertanian, produk konsumen, hingga industri pengolahan dengan kekuatan platform digital modern dan AI, termasuk pengembangan aplikasi e-commerce, portal web komersial, dan penerbitan perangkat lunak untuk memberdayakan seluruh jaringan usaha Muhammadiyah.
Melalui kemitraan strategis, PT Surya Mediatama Maxima (SMMX) mendukung digitalisasi ekosistem Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam progresif terbesar di dunia. Dengan basis penggerak total mencapai lebih dari 60 juta umat, yang mana 40 juta umat merupakan basis penggerak aktif.
Selain itu, melalui pencapaian tersebut, Muhammadiyah memberikan jangkauan manfaat kepada 200 juta jiwa secara global baik di Indonesia maupun luar negeri. Muhammadiyah memiliki jaringan solid yang terdiri dari: