Liputan6.com, Jakarta - Changan Automobile resmi memulai kiprahnya di Indonesia. Produsen asal Tiongkok ini, bahkan telah siap menghadirkan dua model andalannya, yaitu sebuah city car dan SUV premium bergaya futuristik.
Debut model baru Changan ini, akan dilakukan di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, 21 hingga 31 November di ICE BSD, Tangerang.
Advertisement
Kehadiran Changan menjadi langkah penting dalam memperkenalkan konsep mobilitas cerdas, dan ramah lingkungan kepada masyarakat Indonesia.
Kedua model yang akan dipamerkan dirancang menyesuaikan kebutuhan konsumen Tanah Air, yang menginginkan kendaraan modern, efisien, serta nyaman digunakan baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jauh.
Memperkuat posisinya di pasar nasional, Changan menggandeng Indomobil Group sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini mencakup distribusi, layanan purna jual, hingga rencana produksi kendaraan di dalam negeri.
"Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, Indomobil dan Changan akan terus memperkuat kerja sama dalam menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan, mendukung akselerasi elektrifikasi nasional, serta mendorong transformasi industri otomotif Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan cerdas," ujar Setiawan Surya, Chief Executive Officer Changan Indonesia, dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).
Sementara itu, Henry Huang, SEA Sales Department Regional Director of Changan Automobile mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam transisi menuju mobilitas listrik.
"Melalui kemitraan strategis dengan Indomobil Group, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan teknologi global Changan yang selaras dengan kebutuhan konsumen Indonesia yaitu kendaraan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan," tambahnya.
Kiprah Changan di Industri Global
Secara global, Changan dikenal sebagai pionir dalam pengembangan teknologi otomotif berbasis kecerdasan buatan dan elektrifikasi.
Pabrikan ini mengoperasikan Changan Digital Smart Factory di Yubei, Chongqing, pabrik otomotif cerdas pertama di dunia dengan konektivitas penuh 5G dan sistem berbasis AI hasil kolaborasi dengan China Unicom serta Huawei.
Fasilitas seluas 770 ribu meter persegi tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 280 ribu unit per tahun.
"Changan berkomitmen untuk menghadirkan teknologi otomotif yang mampu meningkatkan kualitas hidup pengguna, dan mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan. Kami percaya bahwa masa depan industri otomotif akan ditentukan oleh inovasi yang menggabungkan kecerdasan, efisiensi energi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan," tutup Henry.