IOC Larang Kejuaraan Dunia di Indonesia Buntut Penolakan Israel, Ini Respons Menpora Erick Thohir

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir merespons sikap tegas IOC yang mengimbau tak ada ajang internasional yang digelar di Indonesia setelah pemerintah membatalkan visa atlet Israel untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 23 Oktober 2025, 12:27 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir berbicara kepada awak media di kantor Kemenpora RI, Selasa (23/9/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir buka suara usai Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengambil sikap tegas buntut adanya pembatalan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, Indonesia Arena, Senayan memang kebagian jatah menggelar event kelas dunia tersebut mulai 19-25 Oktober mendatang.

Hanya saja, pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah memutuskan untuk tidak mengeluarkan visa bagi atlet Israel yang menyebabkan mereka gagal bertanding. Langkah tersebut diambil menyusul adanya rangkaian penolakan dari organisasi masyarakat dan keagamaan di Indonesia.

Negara terkait sebenarnya sempat melayangkan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sayangnya, upaya mereka ditolak.

Buntut situasi itu, IOC mengadakan pertemuan jarak jauh guna membahas masalah ini. Mereka menggarisbawahi prinsip IOC bahwa seluruh atlet, tim, dan ofisial yang memenuhi syarat harusnya dapat berpartisipasi di berbagai kompetisi tanpa diskriminasi apa pun dari negara tuan rumah.

Adapun putusan sebagai respons atas masalah ini juga telah dituangkan oleh IOC dalam unggahan di situs resminya, 22 Oktober. Hal tersebut mengundang respons Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.


Bunyi Pernyataan Tegas IOC

Pesenam Jepang, Daiki Hashimoto (tengah) berfoto bersama dengan pesenam China, Zhang Boheng (kiri) dan pesenam Swiss, Noe Seifert (kanan) saat podium All-Around Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Melansir situs resmi International Olympic Comittee, IOC EB memutuskan untuk mengakhiri segala bentuk dialog dengan NOC Indonesia terkait penyelenggaraan Olimpiade edisi mendatang, Youth Olympic Games, ajang olahraga Olympic hingga konferensi IOC apa pun.

Keputusan ini akan dijalankan sampai pemerintah Indonesia mampu memberi jaminan yang memadai kepada IOC bahwa akan mengizinkan akses ke negara bagi semua peserta, terlepas dari kewarganegaraannya.

IOC EB juga merekomendasikan seluruh federasi internasional agar tak lagi menyelenggarakan acara atau pertemuan olahraga internasional apa pun di Indonesia sampai bisa memberi jaminan memadai kepada federasi internasional bahwa negara akan mengizinkan semua peserta masuk, tanpa memandang kewarganegaran.

Lebih lanjut, IOC EB melakukan adaptasi prinsip kualifikasi untuk Olimpiade dengan meminta federasi internasional mencantumkan jaminan akses ke negara masing-masing bagi semua atlet dalam perjanjian menjadi tuan rumah penyelengaraan setiap kompetisi kualifikasi Olimpiade di seluruh dunia.

Lanjut Baca:

IOC selanjutnya meminta NOC Indonesia bersama Federasi Senam Internasional (FIG) agar datang ke markas besar IOC di Lausanne guna membahas situasi yang terjadi menjelang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke -53.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya