Pria yang Alat Kelaminnya Dipotong Pacar Saat Berhubungan Jalani Operasi, Begini Kondisinya

Korban telah menjalani operasi di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Senin (20/10/2025).

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 22 Oktober 2025, 16:29 WIB
Operasi Bedah Jantung menggunakan Teknologi MICS (Minimally Invasive Cardiac Surgery)

Liputan6.com, Jakarta- KN (32), pria beristri, nyaris kehilangan alat kelaminnya setelah dipotong oleh selingkuhan, WI (28), saat berhubungan badan. Korban telah menjalani operasi di RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung, Senin (20/10/2025).

Direktur RSUDAM, Imam Ghozali mengungkapkan, saat tiba di ruang instalasi gawat darurat (IGD), tim medis langsung dibuat terkejut karena mendapati alat kelamin KN dalam kondisi nyaris putus.

"Jadi kemarin itu dilakukan rekonstruksi karena kebetulan itu (alat kelamin) tidak putus, masih ada sebagian yang bisa disambung," katanya, dikonfirmasi Rabu (22/10).

Dia bilang, pembuluh darah alat kelamin korban bisa disambung kembali dengan memakan waktu sekitar satu jam operasi.

"Alhamdulillah operasi sekitar satu jam, setengah pembuluh darah bisa disambung dan disatukan lagi," jelas dia.

Tindakan medis tersebut, dilakukan oleh dokter spesialis urologi, yang memang ahli di bidang kandung kemih dan kelamin.

"Urologi itu untuk kandung kemih kelamin. Bagus kok hasilnya (operasi)," tutup dia.

Motif Pelaku Potong Kelamin KN

Sebelumnya, seorang wanita berinisial WI (28) memotong kemaluan kekasihnya, KN (32), saat berhubungan intim di Lapangan Baruna, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Minggu (19/10/2025).

Kapolsek Panjang, Kompol Martono mengungkapkan bahwa tersangka dan korban sudah saling kenal sejak awal tahun 2019. Kedunya memiliki hubungan spesial.

"Keduanya pada 2019 awal kenalan dan berpacaran. Namun pada 2019 akhir, korban ini menikah dengan wanita lain. Hal ini sudah diketahui oleh tersangka," kata Martono, Selasa (21/10).

Meski telah menikah, korban kerap menjalin hubungan layaknya suami istri dengan tersangka. Korban pun disebut bersedia menafkahi tersangka selama berhubungan tersebut.

"Dalam perjalanan hubungan itu, korban ini sudah ada janji untuk menafkahi tersangka, setiap seminggu itu tersangka diberi Rp 200 ribu. Tapi beberapa hari terakhir, tersangka tidak dikasih uang dan ketahuan memiliki hubungan spesial dengan wanita yang lain," tuturnya.

Selain itu, korban pun merasa iri setiap melihat unggahan istri korban di media sosial, yang baru saja dibelikan sepeda motor dan uang.

"Jadi tersangka ini timbul rasa iri ketika melihat unggahan istri sah korban yang dibelikan motor oleh korban. Sementara tersangka sudah jarang diberi uang, jadi korban iri dan kesal sehingga melakukan tindakan tersebut (memotong alat kelamin korban)," bebernya.

Bahkan, dari keterangan tersangka pula diketahui bahwa korban ini doyan selingkuh dengan wanita lain, selain dengan WI dan istri sahnya. Kelakuan korban yang sering selingkuh dengan wanita lain ini pula menambah amarah tersangka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya