Liputan6.com, Jakarta - Pelaku usaha di TikTok Shop semakin mengandalkan analisis data guna menggenjot kinerja penjualan. Langkah ini diambil di tengah persaingan ketat dalam ekosistem social commerce Tanah Air.
Pendekatan berbasis data digunakan secara strategis untuk membaca perilaku konsumen, menentukan kategori produk potensial, hingga mengidentifikasi jenis konten serta livestream yang paling efektif dalam menarik pembeli.
Advertisement
Strategi ini dinilai menjadi kunci baru untuk mempertahankan daya saing, seiring dengan melonjaknya jumlah penjual dan kreator yang aktif di platform tersebut.
Menurut data industri, TikTok Shop mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025 dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan digital di Indonesia.
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan solusi analitik yang mampu memberikan panduan lebih akurat bagi para penjual daring.
Salah satu penyedia layanan analisis data yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha adalah Kalodata. Platform ini menawarkan identifikasi kategori produk dan konten potensial, pemantauan kompetitor, analisis tren produk, hingga pencarian kreator dan video populer.
Kalodata juga menyediakan solusi data serta edukasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis para pelaku social commerce.
Kemampuan Membaca Data Jadi Faktor Utama
Isu mengenai pentingnya analisis data dalam social commerce menjadi sorotan utama dalam ajang Kalodata Indonesia Social Commerce Conference (KISCC) 2025 yang baru-baru ini digelar di Jakarta.
"Tahun ini kami mengundang semua brand internasional, dan juga mengundang 80 persen dari seller TikTok terbaik untuk datang ke acara ini," ujar Co-founder dan COO Kalodata, Lawrence Guo, seperti dikutip dari Antara News, Rabu (22/10/2025).
Sekitar 9.000 pelaku industri digital menghadiri kegiatan tersebut untuk membahas penerapan teknologi analitik dalam meningkatkan efektivitas bisnis di TikTok Shop dan platform serupa.
Pemanfaatan analisis data kini dipandang sebagai langkah penting menuju ekosistem social commerce yang lebih berkelanjutan.
Di tengah perubahan algoritma dan perilaku pengguna yang dinamis, kemampuan membaca data menjadi faktor utama yang membedakan penjual sukses dengan pesaingnya di dunia perdagangan digital.
Transaksi Penjual Mall di TikTok Shop Melonjak 15 Kali Lipat
Pada semester I 2025, jumlah penjual yang tergabung dalam kategori ‘Mall’ di TikTok Shop tercatat melonjak lebih dari 4 kali lipat dibandingkan paruh II 2024. Tak hanya itu, rata-rata transaksi penjual ‘Mall’ juga meningkat hingga 15 kali lipat.
Kategori ‘Mall’ di TikTok Shop mencakup pemilik brand resmi, distributor terpercaya, hingga toko dengan reputasi tinggi yang telah diverifikasi.
Toko-toko ini mendapatkan berbagai keuntungan seperti badge khusus, promo eksklusif, serta akses ke kampanye besar seperti promo tanggal kembar “Guncang”. Posisinya yang strategis—seperti tampil di banner utama—turut mendongkrak kepercayaan dan visibilitas di mata pembeli.
“Pertumbuhan pesat ini menunjukkan peran TikTok Shop by Tokopedia dalam mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk naik kelas secara digital. Kami ingin menciptakan pengalaman #BelanjaAman dengan menghadirkan produk dari toko resmi yang terpercaya,” ujar Senior Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Stephanie Susilo, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025).
Dalam daftar kategori terlaris, tiga sektor menonjol: Fesyen, Kecantikan & Perawatan Diri, serta Makanan & Minuman. Produk-produk populer di antaranya adalah sneakers wanita, lipstik, hijab, skincare, dan sambal. Data menunjukkan bahwa pembeli semakin memilih produk dari brand resmi atau toko dengan status ‘Mall’ saat berbelanja.
Yang menarik, sebagian besar toko dengan lonjakan transaksi tertinggi berasal dari brand lokal Indonesia. Ini memperkuat tren bahwa kepercayaan masyarakat terhadap toko resmi semakin meningkat, terlepas dari harga atau jenis produknya.
“Tren ini menjadi sinyal bagi para pelaku usaha agar terus meningkatkan kualitas layanan demi meraih status ‘Mall’ dan memperluas jangkauan pasar,” tambah Stephanie.
Sebagai langkah lanjutan, toko-toko ‘Mall’ di TikTok Shop juga akan terintegrasi secara bertahap ke platform Tokopedia, menyusul peluncuran Tokopedia & TikTok Shop Seller Center. Dengan demikian, para penjual dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dari dua platform sekaligus.