Prediksi Atalanta vs Slavia Praha: Motivasi Tinggi dan Tren Positif La Dea di Kandang

Kekalahan telak 0-4 dari PSG memang sempat mengguncang, tetapi pasukan Ivan Juric bangkit secara meyakinkan dengan kemenangan 2-1 atas Club Brugge.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 21 Oktober 2025, 20:44 WIB
Mario Pasalic mencetak gol di laga Atalanta vs Club Brugge di matchday 2 league phase Liga Champions 2025/2026 di Gewiss Stadium, Selasa (30/09/2025) dini hari WIB. (Spada/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta Atalanta dan Slavia Praha siap berhadapan pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2025/2026. Laga UEFA Champions League (UCL) antara Atalanta melawan Slavia Praha tersebut akan dimainkan di New Balance Arena, Bergamo. Pertandingan dijadwalkan dimulai pada Kamis, 23 Oktober 2025, pukul 02.00 WIB, dan dapat disaksikan melalui live streaming di Vidio.

Sudah 18 tahun lamanya Slavia Praha menunggu kemenangan di panggung utama Liga Champions. Sejak kemenangan 2-1 atas FCSB pada 2007, klub asal Republik Ceko itu belum pernah merasakan manisnya tiga poin lagi di kompetisi elite Eropa. Kini, perjalanan mereka membawa tantangan baru: bertandang ke Bergamo untuk menantang Atalanta.

Atalanta berbekal motivasi tinggi setelah bangkit di matchday kedua. Kekalahan telak 0-4 dari PSG memang sempat mengguncang, tetapi pasukan Ivan Juric bangkit secara meyakinkan dengan kemenangan 2-1 atas Club Brugge. Kemenangan itu bukan hanya menambah kepercayaan diri, tetapi juga membuka jalan bagi La Dea untuk terus bersaing di papan atas klasemen fase liga.

Hasil tersebut menempatkan Atalanta di peringkat ke-22, cukup untuk zona playoff menuju fase gugur. Akan tetapi, ketatnya persaingan membuat mereka hanya berjarak satu poin dari posisi kedelapan, yang menjadi batas tiket otomatis ke babak 16 besar. Setiap laga kini terasa penting, terutama di depan publik sendiri yang tak sabar melihat timnya menegaskan identitas sebagai penantang serius di Eropa.

Juric tahu betul betapa pentingnya momentum. Musim lalu, mereka dikandaskan Club Brugge di babak playoff, tetapi Atalanta musim ini menunjukkan karakter berbeda: lebih tangguh, lebih sabar, dan lebih efektif di saat krusial. Kemenangan atas Brugge menjadi simbol evolusi itu—tim yang tidak panik meski tertinggal, dan mampu menemukan solusi lewat kedalaman skuad.

La Dea juga punya modal kepercayaan diri dari performa kandang yang solid. Dalam delapan laga terakhir di fase grup atau liga Eropa, mereka hanya sekali kalah, dengan empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Konsistensi itu menjadikan Bergamo tempat yang sulit ditaklukkan siapa pun lawannya.

Lanjut Baca:

Bagi Slavia Praha, tantangannya begitu berat. Bukan hanya karena harus menghadapi tim Italia yang tengah percaya diri, tetapi juga karena catatan sejarah yang kelam. Dalam 12 laga melawan klub Italia, mereka kalah delapan kali dan hanya mampu menahan imbang empat kali. Terakhir, mereka dipukul Inter Milan 0-3—hasil yang menggambarkan betapa masih jauhnya jarak mereka dari level elite Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya