5 Respons Universitas Udayana hingga Mendiktisaintek Terkait Kasus Dugaan Perundungan Mahasiswa Unud

Kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugrah Saputra (22) masih menyisakan tanda tanya.

oleh Devira PrastiwiFatimah AzzahraDiterbitkan 21 Oktober 2025, 19:05 WIB
Mahasiswa Unud jatuh dari lantai dua

Liputan6.com, Jakarta - Kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugrah Saputra (22) masih menyisakan tanda tanya. Universitas Udayana (Unud) pun membentuk tim investigasi atas dugaan perundungan terhadap kematian Timothy tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Dia memastikan pihaknya mendukung langkah-langkah yang telah diambil Universitas Udayana, termasuk pembentukan tim investigasi internal.

"Nah, kami juga sudah mendapatkan laporan dari Bapak Rektor, bahwa pihak rektor sudah membentuk tim untuk pertama menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi, yang kemudian juga melakukan pendampingan baik untuk keluarga maupun pihak-pihak lain yang akan terhubung dengan kasus ini," ujar Brian di Jakarta Selatan, Minggu 19 Oktober 2025.

"Kemudian juga memastikan bahwa kondisi kampus itu betul-betul kondusif, artinya tidak ada lagi hal-hal seperti ini bisa terjadi," dia menambahkan.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof IGNG Ngoerah Denpasar I Wayan Sudana mengatakan, pihaknya mengembalikan para dokter peserta didik atau koas yang diduga melakukan perundungan terhadap kematian seorang mahasiswa Unud Timothy Anugrah Saputra (22).

Dia menuturkan, para dokter koas tersebut dikembalikan ke Unud, lantaran dianggap membawa citra buruk terhadap RSUP Ngoerah.

"Terkait adanya peserta didik (co assistant) yang diduga terlibat dalam komentar tidak pantas di media sosial, sehingga menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi," kata Sudana seperti dilansir dari Antara.

Tak hanya itu, menurut dia, jika terbukti melakukan perundungan, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

Berikut sedret respons mulai dari Universitas Udayana hingga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) terkait kasus kematian mahasiswa Unud Timothy Anugrah Saputra dihimpun Tim News Liputa6.com:

 

1. Unud Bentuk Tim Investigasi

Malam Renungan Mendoakan TAS, mahasiswa Sosiologi Unud yang Meninggal Dunia (Foto: Destarita Rahmawati/Liputan6.com)

Universitas Udayana (Unud) membentuk tim investigasi atas dugaan perundungan terhadap kematian seorang mahasiswanya, Timothy Anugrah Saputra (22).

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. Dia memastikan pihaknya mendukung langkah-langkah yang telah diambil Universitas Udayana, termasuk pembentukan tim investigasi internal.

"Nah, kami juga sudah mendapatkan laporan dari Bapak Rektor, bahwa pihak rektor sudah membentuk tim untuk pertama menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi, yang kemudian juga melakukan pendampingan baik untuk keluarga maupun pihak-pihak lain yang akan terhubung dengan kasus ini," kata dia di Jakarta Selatan, Minggu 19 Oktober 2025.

"Kemudian juga memastikan bahwa kondisi kampus itu betul-betul kondusif, artinya tidak ada lagi hal-hal seperti ini bisa terjadi," dia menambahkan.

Brian menegaskan, insiden ini menjadi alarm bagi seluruh civitas akademika untuk lebih peka terhadap kondisi mahasiswa di lingkungannya, termasuk di Unud.

Dia menyinggung banyak kasus serupa yang bermula dari tekanan psikologis yang tidak terdeteksi karena tertutupnya komunikasi di kampus.

"Padahal sesungguhnya itu yang perlu kita cermati. Sehingga kami terus akan memantau. Tadi saya juga hari ini juga berkomunikasi dengan Bapak Rektor, ingin mendapatkan update apa yang sebenarnya terjadi," ujar dia.

Dia mengajak kepada seluruh civitas akademika di Indonesia untuk membangun atmosfer kampus yang sehat.

"Tentu juga kami menghimbau teman-teman mahasiswa mari bersama-sama membangun kondisi ini," jelas Brian.

 

2. RSUP Ngoerah Kembalikan Dokter Koas yang Diduga Terlibat Perundungan

mimpi masuk rumah sakit menurut islam ©Ilustrasi dibuat AI

Plt. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof IGNG Ngoerah Denpasar, I Wayan Sudana mengatakan, pihaknya mengembalikan para dokter peserta didik atau koas yang diduga melakukan perundungan terhadap kematian seorang mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugrah Saputra (22).

Dia menuturkan, para dokter koas tersebut dikembalikan ke Unud, lantaran dianggap membawa citra buruk terhadap RSUP Ngoerah.

"Terkait adanya peserta didik (co assistant) yang diduga terlibat dalam komentar tidak pantas di media sosial, sehingga menimbulkan citra buruk terhadap RS Ngoerah dan Universitas Udayana, RS Ngoerah mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan peserta didik tersebut ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi," kata Sudana seperti dilansir dari Antara, Minggu 19 Oktober 2025.

Tak hanya itu, menurut dia, jika terbukti melakukan perundungan, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

"Jika nantinya terbukti yang bersangkutan melakukan tindakan pelanggaran etika dan atau perundungan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkap Rudana.

Di sisi lain, menanggapi ramainya komentar mahasiswa yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kematian Timothy Anugrah, ia menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari RSUP Prof Ngoerah.

"Kami tegaskan mereka adalah peserta didik yang sedang belajar di RS Ngoerah, bukan sebagai karyawan RS Ngoerah sehingga tidak bisa disebut mewakili RS Ngoerah," kata Rudana.

 

3. Mendiktisaintek Minta Universitas Pantau Psikologis Mahasiswa

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima audiensi dengan jajaran civitas USG dan Politeknik Kirana di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Senin (28/5/2025). (Tim News).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), Brian Yuliarto angkat bicara terkait meninggalnya Timothy Anugrah Saputra (22), mahasiswa Universitas Udayana (Unud), yang jatuh dari gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Rabu 15 Oktober 2025.

Dia menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.

"Kami tentu sangat kaget dan sangat prihatin ya dengan kejadian atau musibah yang menimpa Timothy Anugrah Saputra, salah satu mahasiswa di Universitas Udayana," kata dia di Jakarta Selatan, Minggu 19 Oktober 2025.

Brian mengaku langsung menghubungi Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, tak lama setelah kabar itu beredar.

"Tentu kami menegaskan bahwa kami sangat berduka cita dan menaruh simpati terhadap korban maupun keluarga korban," ujar dia.

Menurut Brian, pihaknya telah meminta pihak kampus aktif berkomunikasi dengan keluarga korban guna memberikan pendampingan dan dukungan moral.

"Kami meminta juga pihak kampus untuk terus-menerus berkomunikasi, menjalin hubungan dengan pihak keluarga, apa yang dibutuhkan untuk bisa membuat kondisi lebih baik dari keluarga korban," ucap dia.

Dia menegaskan kampus harus menjadi ruang yang aman, bebas dari kekerasan dan perundungan. Menurut dia, aturan pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus sudah diatur dalam Permendikbud Tahun 2024.

Brian memastikan pihaknya mendukung langkah-langkah yang telah diambil Universitas Udayana, termasuk pembentukan tim investigasi internal.

"Nah, kami juga sudah mendapatkan laporan dari Bapak Rektor bahwa pihak rektor sudah membentuk tim untuk pertama menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi, yang kemudian juga melakukan pendampingan baik untuk keluarga maupun pihak-pihak lain yang akan terhubung dengan kasus ini," ujar dia.

"Kemudian juga memastikan bahwa kondisi kampus itu betul-betul kondusif, artinya tidak ada lagi hal-hal seperti ini bisa terjadi," dia menambahkan.

 

4. Mendiktisaintek Ingatkan Jadi Alarm Civitas Akademika

Prabowo lantik Brian Yuliarto jadi Mendiktisaintek. (©BPMI Setpres)

Brian menegaskan, insiden ini menjadi alarm bagi seluruh civitas akademika untuk lebih peka terhadap kondisi mahasiswa di lingkungannya.

Dia menyinggung banyak kasus serupa yang bermula dari tekanan psikologis yang tidak terdeteksi karena tertutupnya komunikasi di kampus.

"Padahal sesungguhnya itu yang perlu kita cermati. Sehingga kami terus akan memantau. Tadi saya juga hari ini juga berkomunikasi dengan Bapak Rektor, ingin mendapatkan update apa yang sebenarnya terjadi," ujar dia.

Dia mengajak kepada seluruh civitas akademika di Indonesia untuk membangun atmosfer kampus yang sehat.

"Tentu juga kami menghimbau teman-teman mahasiswa mari bersama-sama membangun kondisi ini," ucap Brian.

 

5. Mendiktisaintek Serahkan Pemberian Sanksi Kasus Dugaan Perundungan Timothy Anugrah ke Unud

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro. (Istimewa)

Kasus meninggalnya Timothy Anugrah Saputra (22), mahasiswa Universitas Udayana (Unud), masih menyisakan tanda tanda.

Isu Timothy menjadi korban perundungan dari sesama mahasiswa, menyeruak setelah tangkapan layar percakapan grup mahasiswa Unud beredar luas di media sosial.

Terkait hal ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto angkat bicara. Dia mengaku telah menghubungi Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana untuk meminta penjelasan.

Dia kembali menenkankan, kampus harus menjadi ruang yang aman, dan bebas dari pembullyan. Hal itu pun sudah diatur di dalam Permendikbud Tahun 2024.

"Jadi intinya adalah kita ingin kampus itu ruang yang harus bebas dari pembullyan dan sudah ada aturan, ketentuan," ujar dia di Jakarta Selatan, Minggu 19 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Brian mengatakan saat ini Unud telah membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus ini. Tim tersebut ditugaskan memeriksa seluruh pihak terkait, termasuk mendalami motif korban melakukan hal tersebut.

"Nah, kami juga sudah mendapatkan laporan dari Bapak Rektor bahwa pihak rektor sudah membentuk tim untuk pertama menginvestigasi, mengecek apa yang sebenarnya terjadi, yang kemudian juga melakukan pendampingan baik untuk keluarga maupun pihak-pihak lain yang akan terhubung dengan kasus ini," ujar dia.

"Kemudian juga memastikan bahwa kondisi kampus itu betul-betul kondusif, artinya tidak ada lagi hal-hal seperti ini bisa terjadi," dia menambahkan.

Brian pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak universitas untuk memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kematian korban.

"Tentu nanti tim dari Universitas Udayana kami mendukung dan mendorong agar seluruh proses bisa dilakukan dengan baik ya, sesuai ketentuan yang ada," tandas Brian.

Infografis mahasiswa Surabaya peretas website

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya