Ini Cara Samsung dan Google Lindungi Pengguna AI dari Celah Keamanan Berbahaya

Penggunaan AI sangat bervariasi, dipengaruhi form factor perangkat dan kebutuhan spesifik antar generasi. Berikut penjelasan Samsung Indonesia...

oleh Matahari Kartika PurusakaraDiterbitkan 22 Oktober 2025, 15:30 WIB
Head of Indonesia Android Platforms and Ecosystem Partnership Google, Denny Galant; MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronic Indonesia, Ilham Indrawan; Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani. Liputan6.com/Matahari Kartika Purusakara.

Liputan6.com, Jakarta - Melihat perubahan pola perilaku pengguna smartphone, Samsung mendapati tren penggunaan kecerdasan buatan (AI) meningkat drastis, khususnya di Indonesia.

Menurut Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani, Selasa (21/10/2025) di Jakarta, meskipun penggunaan AI kerap dikaitkan dengan pandangan negatif, uniknya perubahan di Indonesia justru terlihat sangat baik karena digunakan sebagai alat bantu dalam mencari ide untuk kreativitas dan ilmu keterampilan.

“Berdasarkan data yang kami temukan, kreativitas pengguna dalam menggunakan AI ditujukan untuk menunjang produktivitas. Beberapa di antaranya: pembuatan konten, upgrade skills, dan berbagai macam hal untuk meningkatkan keterampilan,” ujar Hani saat memaparkan data temuannya pada acara Samsung di Jakarta.

Melanjutkan pemparan materi di atas, Hani menyebutkan faktor utama pembentuk dua sektor peningkatan itu sebenarnya disebabkan oleh ‘Dualisme Motivasi’ yang mendasar pada perbedaan tujuan kedua generasi: Gen-Z dan Milenial, dalam menggunakan AI.

“Gen Z menggunakan AI untuk menaikkan personal branding dan informasi secepat mungkin, sementara itu Milenial lebih berfokus pada penggunaan AI untuk meningkatkan skills dalam satu bidang profesional yang telah ditekuni,” ujarnya.

Jadi, walaupun memiliki satu output yang sama-sama berujung pada peningkatan untuk diri sendiri, ternyata Gen-Z dan Milenial memiliki perbedaan yang sangat mencolok dalam memanfaatkan AI.

Menanggapi perbedaan yang ada, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronic Indonesia, Ilham Indrawan, menerangkan temuan dari perusahaan.

“Berdasarkan data temuan kami, meningkatnya tren penggunaan AI, ternyata terjadi tepat setelah Samsung memperkenalkan AI Multi-Modal untuk Galaxy S24 series,” ia memaparkan.

Menurut Ilham, fitur berbasis AI seperti Galaxy AI sering sekali dimanfaatkan oleh pengguna, hingga pada satu titik menyebabkan pola perilaku keseharian pengguna berubah dari konvensional menjadi serba mudah dan cepat.

Kesimpulannya, meskipun penggunaan AI memberikan banyak dampak baik bagi pengguna di Indonesia, pada akhirnya, output itu sendiri tetap berlandas akan motivasi para penggunanya. Jadi, potensi adanya ancaman besar (celah keamanan berbahaya) selalu menanti kapan saja.

Bagaimana Cara Menghindari Ancaman?

Logo Samsung saat acara Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7: New Gen Productivity. Liputan6.com/Matahari Kartika Purusakara

Tak luput akan ancaman bahaya yang mengincar, menurut pemaparan Head of Indonesia Android Platforms and Ecosystem Partnership Google, Denny Galant, Google dan Samsung selaku pelopor dalam industri teknologi AI mengaku tetap memberikan proteksi untuk menjaga data pengguna.

“Dalam seluruh komponen pendukung perangkat lunak Android, kita selalu mengembangkan User Experience (UE) dan juga User Safety (US). Dengan adanya AI, peningkatan pengalaman pengguna saat ini dapat meningkat drastis, namun juga memberikan celah keamanan yang berbahaya. Menyadari ancaman tersebut, kami secara penuh bertanggungjawab untuk menjaga data para pengguna, namun dengan prinsip-prinsip dan batasan tertentu,” tuturnya saat memaparkan materi.

Berdasarkan hasil paparan, berikut empat prinsip yang diusung Google dalam melindungi data pengguna:

1. Pembuatan AI yang Bertanggung Jawab

Prinsip yang digunakan dalam pengembangan AI, Google memastikan inovasi teknologi kecerdasan buatan harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab etika, keamanan data, dan keselamatan pengguna.

2. Memprioritaskan UE dan US

Mengingat kebutuhan masyarakat modern yang semakin meluas, kehadiran AI seharusnya mampu meningkatkan pengalaman pengguna tanpa mengorbankan keselamatan.

3. Memberikan Kendali Penuh kepada Pengguna

Kembali pada awal tujuan pengembangan AI, prinsip ini diterapkan untuk memastikan bahwa pada akhirnya, pengguna yang memiliki kendali penuh untuk mengontrol data dan privasi mereka di platform Android.

4. Keamanan Berlapis

Bertujuan untuk mempersulit pembobol dalam memasuki celah keamanan, Google menerapkan fitur safeguard bagi pengguna Android, yang diwujudkan melalui fitur-fitur seperti Google Play Protect, Spam Protection, dan masih banyak lainnya.

Beda Wujud Perangkat, Beda Tren AI

Head of Indonesia Android Platforms and Ecosystem Partnership Google, Denny Galant; Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani; MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronic Indonesia, Ilham Indrawan. Liputan6.com/Matahari Kartika Purusakara.

Selain temuan data akan meningkatnya penggunaan AI, Samsung juga menemukan pola penggunaan AI yang menarik dan bervariasi tergantung pada seri smartphone yang digunakan.

Berdasarkan seri HP flagship paling high-end, Galaxy Z Fold7, fitur Writing Assist ditemukan lebih sering diakses oleh pengguna perangkat lipat tersebut.

Kemudian, untuk Galaxy Z Flip7, lebih banyak digunakan untuk mendukung kreativitas, memungkinkan penempatan di berbagai macam medan.

Menelaah data di atas, nampaknya pernyataan akan perbedaan form factor memengaruhi adopsi fitur, benar adanya.

Sebab, pemilihan form factor perangkat memang menjadi pertimbangan utama bagi kalangan profesional dan entrepreneur dengan kesibukan masing-masing. Untuk mendapatkan fungsionalitas lebih banyak, Galaxy Z Fold7 terbilang cocok untuk mereka.

Sementara Galaxy Z Flip 7 yang hadir dengan bentuk lebih kecil dan portabel, cenderung cocok untuk orang-orang yang suka berkarya karena menawarkan fleksibilitas.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya