Indonesia Dorong Kemitraan Ekonomi Strategis dengan Investor Guangzhou

Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) bersama Perhimpunan Promosi Perdagangan Guangdong (PPIG), menggelar Indonesia–Guangdong Business Forum di ICE BSD.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 21 Oktober 2025, 09:20 WIB
Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) bersama Perhimpunan Promosi Perdagangan Guangdong (PPIG), menggelar Indonesia–Guangdong Business Forum di ICE BSD.

Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) bersama Perhimpunan Promosi Perdagangan Guangdong (PPIG), menggelar Indonesia–Guangdong Business Forum di ICE BSD.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dengan para pelaku usaha dan investor asal Guangzhou.

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Tiongkok, terutama dengan para pelaku usaha dari Guangzhou. Melalui forum ini, kita berharap dapat membuka peluang baru dan mempererat hubungan strategis kedua negara,” ujar Ketua Umum PPIT Ambassador Al Busjra,  dikutip Selasa (21/10/2025).

Sementara, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal shoffan Shofwan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan, Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara dengan populasi mencapai 280 juta jiwa, debgan kelas menengah yang terus tumbuh pesat.

“Selain memiliki sumber daya alam yang besar, Indonesia kini berfokus pada hilirisasi industri dan pengembangan sektor strategis seperti energi baru terbarukan, industri baterai, kendaraan listrik, serta pertanian modern,” jelas Iqbal.

Guangzhou Pusat Perdagangan

Daerah Guangzhou sendiri merupakan kawasan perdagangan terbesar di Tiongkok. Hampir semua barang dari China yang beredar di Indonesia maupun di negara lain, berasal dari pabrikan di Guangzhou. 

"Melalui forum ini, kita memiliki peluang besar untuk memanfaatkan jalur perdagangan tersebut agar produk-produk Indonesia juga dapat menembus pasar Guangdong dan sekitarnya,” katanya.

Forum ini dihadiri oleh sekitar 70 pebisnis dan investor delegasi dari Guangzhou, pejabat pemerintah Indonesia, serta kalangan pengusaha nasional. Sementara, Penasehat PPIT Rahmat Soekasah menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tidak hanya soal angka dan proyek, tetapi juga tentang kepercayaan dan hubungan jangka panjang.

“Forum ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang membangun kepercayaan. Kami ingin para investor melihat Indonesia bukan hanya sebagai tempat berbisnis, tetapi sebagai mitra strategis jangka panjang yang siap tumbuh bersama,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya